Kota Pariaman – Derita yang sempat menyesakkan dada warga terdampak Siklon Senyar di Kota Pariaman mulai menemukan secercah harapan. Pemerintah pusat akhirnya menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak kepada masyarakat korban bencana hidrometeorologi.
Meski jumlah penerima di kota pesisir itu tidak banyak, bantuan yang turun menjadi simbol kuat kehadiran negara bagi warga yang sempat kehilangan rasa aman akibat amukan alam.
Penyerahan bantuan dilakukan secara serentak melalui pertemuan virtual nasional. Pemerintah Kota Pariaman mengikuti agenda tersebut dari ruang rapat Balaikota dengan dipimpin Asisten I Setdako, Elfis Candra, mewakili Wali Kota Pariaman. Hadir pula unsur Forkopimda dan jajaran perbankan sebagai bagian dari sistem pengawasan penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan transparan.
Elfis menegaskan, bantuan yang disalurkan menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Ia menyampaikan bahwa bantuan stimulan ini diharapkan mampu mempercepat proses perbaikan rumah warga, sehingga korban dapat kembali menempati hunian yang layak.
Walaupun nilainya belum mampu menutup seluruh kerugian, bantuan tersebut diyakini menjadi pemantik kebangkitan masyarakat. .
Dalam penyaluran tahap awal, bantuan diberikan kepada tiga warga Kota Pariaman dengan total nilai Rp75 juta. Bantuan rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta diterima Amirusdi, warga Desa Sungai Sirah.
Sementara itu, kategori rusak sedang masing-masing sebesar Rp30 juta diberikan kepada Asnita, warga Desa Naras I, serta Jasmani dari Desa Taluak. Di balik angka bantuan itu, tersimpan perjuangan panjang keluarga korban yang berusaha bangkit dari puing-puing kerusakan.
Data pemerintah mencatat, bencana Siklon Senyar meninggalkan dampak pada 13 unit rumah warga di Kota Pariaman. Dari jumlah tersebut, lima rumah harus direlokasi, lima unit masuk kategori rusak berat, dua rusak sedang, dan satu rusak ringan.
Angka itu mungkin terlihat kecil dalam statistik, namun bagi keluarga korban, kehilangan rumah berarti kehilangan tempat berlindung sekaligus pusat kehidupan keluarga.
Program bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang digulirkan atas arahan Prabowo Subianto agar pemerintah segera menyalurkan dana stimulan perbaikan rumah secara serentak di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penyaluran bantuan nasional tersebut dipimpin langsung oleh Pratikno dari Tapanuli Utara, didukung sejumlah pejabat pusat di berbagai wilayah terdampak.
Program rehabilitasi dan rekonstruksi ini mencakup total anggaran Rp369,5 miliar yang disalurkan kepada 17.254 kepala keluarga dengan rincian 9.869 unit rumah rusak ringan dan 7.385 unit rusak sedang.
Pemerintah menegaskan, program ini bukan sekadar mengembalikan kondisi masyarakat seperti sebelum bencana, tetapi menjadi momentum membangun kehidupan yang lebih tangguh, aman, dan bermartabat.
Di tengah trauma yang masih membekas, bantuan tersebut menjadi pesan kuat bahwa negara tidak membiarkan warganya berjuang sendirian menghadapi bencana.(mak).






