Kota Pariaman – Aroma jajanan yang biasa menggoda lidah anak-anak sekolah tiba-tiba berubah menjadi perhatian serius. Di SDN 08 Kampung Jawa, Kota Pariaman, Sumatera Barat suasana berbeda terasa ketika Wali Kota Pariaman, Yota Balad, turun langsung menyaksikan pemeriksaan sampel makanan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Kamis (12/2/2026).
Langkah ini menjadi sinyal keras bahwa keselamatan pangan generasi muda bukan sekadar slogan, melainkan agenda nyata yang harus dijaga bersama.
Di tengah hiruk pikuk aktivitas siswa, mobil laboratorium keliling milik BBPOM tampak sibuk melakukan pengujian cepat. Petugas memeriksa beragam jajanan yang selama ini akrab di tangan pelajar.
Dalam hitungan sekitar 30 menit, hasil pengujian dapat diketahui. Proses ini menjadi bukti bahwa pengawasan pangan kini bergerak cepat, responsif, dan menyentuh langsung lingkungan yang paling rentan.
Yota Balad menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni pengawasan, melainkan bentuk kepedulian terhadap ancaman zat berbahaya seperti formalin, boraks, hingga pewarna tekstil yang kerap disalahgunakan.
Ia menilai, dampak zat tersebut tidak hanya merusak kesehatan anak dalam jangka panjang, tetapi juga berpotensi menggerus kualitas generasi masa depan jika dibiarkan tanpa pengawasan ketat.
Keseriusan Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman terlihat dari komitmen memperluas pengawasan ke seluruh satuan pendidikan. Tidak berhenti di lingkungan sekolah, pengujian juga direncanakan menyasar Pasar Pariaman hingga sentra oleh-oleh di Kelurahan Kampung Perak, Kecamatan Pariaman Tengah.
Langkah ini diyakini menjadi benteng perlindungan bagi masyarakat agar lebih tenang dalam memilih pangan bagi keluarga.
Pemerintah juga menegaskan pendekatan pembinaan bagi pedagang yang ditemukan melanggar aturan.
Teguran dan pendampingan akan menjadi prioritas sebelum langkah penindakan diambil. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran kolektif pelaku usaha untuk menjaga kualitas dagangan sekaligus melindungi kesehatan konsumen.
Kepala BBPOM di Padang, Martin Suhendri, memberikan apresiasi terhadap sikap proaktif Pemerintah Kota Pariaman. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga merupakan kunci menciptakan sistem pengawasan pangan yang kuat.
Ia menegaskan kehadiran BPOM bukan semata menindak pelanggaran, tetapi memastikan masyarakat memperoleh hak atas pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.
Martin juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat sebelum membeli produk pangan. Melalui gerakan Cek KLIK – Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa – masyarakat diajak menjadi garda terdepan pengawasan pangan.
Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga keamanan pangan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.(mak).






