Hindari 5 Minuman Ini Setelah Minum Obat agar Pengobatan Tetap Efektif

Jus jeruk jadi salah satu minuman yang harus dihindari setelah minum obat.
Jus jeruk jadi salah satu minuman yang harus dihindari setelah minum obat.

Jakarta – Ketika menjalani pengobatan, perhatian banyak orang biasanya tertuju pada jadwal serta dosis obat. Namun, jenis minuman yang dikonsumsi setelah minum obat sering kali terabaikan, padahal hal tersebut dapat memengaruhi kinerja obat di dalam tubuh.

Mengonsumsi air putih saat menelan obat dianjurkan karena sifatnya netral dan tidak menimbulkan reaksi kimia yang dapat mengganggu kandungan obat. Selain diminum bersamaan dengan obat, menjaga kecukupan air putih selama masa terapi juga penting agar proses penyembuhan berjalan optimal.

Sebaliknya, sebagian orang justru memilih minuman manis, berkafein, atau berkarbonasi setelah minum obat. Beberapa jenis minuman tersebut dapat berinteraksi dengan senyawa obat, menghambat penyerapannya, bahkan menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko efek samping.

Berikut sejumlah minuman yang sebaiknya dihindari setelah mengonsumsi obat:

1. Susu dan produk turunannya

Minuman berbahan dasar susu mengandung kalsium dan protein tertentu yang dapat berikatan dengan zat aktif obat. Ikatan ini membuat obat lebih sulit diserap tubuh, terutama pada beberapa jenis antibiotik, sehingga manfaat pengobatan bisa berkurang.

2. Kopi

Kandungan kafein dalam kopi dapat memengaruhi proses metabolisme obat di hati, membuat obat lebih cepat terurai sebelum bekerja secara maksimal. Selain itu, konsumsi kopi setelah minum obat juga berpotensi menimbulkan efek samping seperti jantung berdebar atau gangguan lambung.

3. Minuman bersoda

Soda dengan kadar gula tinggi dan karbonasi dapat memengaruhi keseimbangan asam-basa di saluran pencernaan. Kondisi ini berisiko menghambat penyerapan obat serta menurunkan efektivitasnya di dalam tubuh.

4. Jus jeruk

Meski kaya vitamin C, jus jeruk mengandung senyawa yang dapat mengubah cara kerja obat. Interaksi ini bisa membuat efek obat menjadi terlalu kuat atau justru melemah, sehingga penggunaannya perlu dihindari saat minum obat tertentu.

5. Minuman berenergi

Minuman berenergi mengandung kombinasi kafein, gula, dan zat stimulan dalam jumlah tinggi. Kandungan tersebut dapat mengganggu proses kerja obat serta berpotensi memicu interaksi yang tidak diinginkan selama masa penyembuhan.

Menghindari berbagai minuman tersebut setelah minum obat penting dilakukan agar penyerapan obat tetap optimal dan manfaat pengobatan dapat dirasakan secara maksimal.(BY)