Jakarta – Perusahaan pengembang gim PC, Valve, memutuskan menunda pengumuman jadwal peluncuran konsol gaming terbarunya, Steam Machine. Penundaan ini dipicu oleh keterbatasan pasokan komponen penyimpanan dan memori serta lonjakan harga yang terjadi di pasar global.
Melalui unggahan di blog komunitas Steam Hardware, Valve menjelaskan bahwa semula mereka berencana mengumumkan tanggal rilis Steam Machine—bersama perangkat pendukung seperti Steam Controller dan headset VR Steam Frame—pada November 2025. Namun, meningkatnya permintaan komponen akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat biaya produksi naik dan kapasitas manufaktur terbatas, sehingga perusahaan perlu meninjau ulang harga serta waktu peluncuran.
Valve menyatakan masih membutuhkan waktu untuk menentukan harga final dan jadwal rilis yang dapat diumumkan secara pasti, sembari memantau kondisi pasar yang berubah dengan cepat. Perusahaan juga berjanji akan terus memberikan pembaruan informasi seiring penyusunan rencana peluncuran.
Mengenal Steam Machine
Steam Machine merupakan PC gaming berukuran ringkas yang dirancang sebagai versi konsol rumahan dari Steam Deck. Perangkat ini menggunakan SteamOS berbasis Linux, tetapi dibekali spesifikasi perangkat keras yang lebih kuat.
Seperti pada Steam Deck, gim yang tersedia akan melalui proses sertifikasi khusus agar dapat berjalan optimal di perangkat tersebut, sehingga pemain tidak perlu melakukan banyak pengaturan teknis. Valve menyebut sebagian besar judul di platform Steam ditargetkan mampu berjalan pada resolusi 4K dengan 60 frame per detik melalui teknologi upscaling, dengan performa yang diperkirakan mendekati PlayStation 5 atau sedikit di bawahnya.
Dengan ukuran kecil dan kemampuan bermain di layar televisi, Steam Machine diposisikan sebagai pilihan menarik bagi gamer PC yang menginginkan perangkat kelas menengah yang praktis—tergantung pada harga akhir saat dirilis nanti.
Perkiraan Waktu Peluncuran
Saat ini, Valve menargetkan peluncuran Steam Machine, Steam Controller, dan Steam Frame pada paruh pertama 2026. Meski demikian, jadwal tersebut masih dapat berubah apabila perusahaan belum menemukan struktur harga yang sesuai atau masih menunggu ketersediaan komponen.
Selama masa penundaan, Valve berencana memanfaatkan waktu untuk memperkenalkan lebih jauh fitur, kemampuan, serta detail teknis dari perangkat keras yang tengah dikembangkan kepada publik.(BY)






