Sampit, fajarharapan.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengambil langkah cepat menyikapi kemunculan beruang madu yang meresahkan warga. Seekor satwa liar dilaporkan beberapa kali terlihat berkeliaran di sekitar kawasan permukiman Kecamatan Baamang.
Untuk mengevakuasi hewan dilindungi tersebut, petugas memasang satu unit perangkap besi yang diberi umpan buah beraroma menyengat. Lokasi pemasangan dipilih setelah tim melakukan pengamatan lapangan dan menemukan jejak serta jalur lintasan yang diduga sering dilalui beruang.
Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, Jumat (16/1/2026) menjelaskan, perangkap dipasang di kawasan semak belukar Jalan Bumi Raya 1, Kelurahan Baamang Barat. Area itu dinilai strategis karena berada tidak jauh dari titik kemunculan beruang yang sempat dilaporkan warga.
Laporan terakhir menyebut satwa tersebut terlihat di sekitar Perumahan Az-Zahra dan Mahardika. Dari keterangan masyarakat, beruang madu yang muncul diperkirakan sudah dewasa dengan ukuran tubuh cukup besar.
Dalam proses pemasangan perangkap, BKSDA melibatkan personel Manggala Agni. Umpan berupa durian dan nanas dipilih karena baunya yang tajam dinilai efektif menarik perhatian beruang liar agar masuk ke dalam kandang jebak.
Petugas menduga beruang itu mulai menunjukkan perubahan perilaku. Satwa yang seharusnya menghindari manusia justru terlihat mendekati kawasan padat penduduk, diduga karena kesulitan mendapatkan sumber pakan alami di habitatnya.
Kondisi ini meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar, sehingga upaya evakuasi dinilai perlu dilakukan secepat mungkin demi keselamatan kedua belah pihak.
Perangkap yang telah dipasang akan dipantau rutin oleh petugas. Warga sekitar diminta tidak mendekati lokasi jebakan dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar titik tersebut.
Apabila beruang berhasil tertangkap, tim penyelamat dari SKW II BKSDA Pangkalan Bun akan diterjunkan untuk mengevakuasi dan memindahkan satwa itu ke habitat yang dinilai lebih aman dan jauh dari permukiman warga.(av/s)







