Padang Pariaman – Di tengah tekanan bencana yang belum sepenuhnya reda, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menggelar Apel Gabungan di Halaman Kantor Bupati, Senin (2/2/2026). Apel yang dikoordinasikan Dinas Perhubungan itu bukan sekadar rutinitas, melainkan sinyal keras bahwa birokrasi tidak boleh ikut lumpuh.
Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, tampil memimpin apel mewakili Bupati dan Wakil Bupati yang sedang bertugas di luar daerah. Barisan ASN dari seluruh perangkat daerah hadir lengkap, bersama staf ahli, asisten, dan para kepala OPD, dalam suasana khidmat namun sarat pesan penekanan.
Dalam amanatnya, Rudy menegaskan satu hal krusial. Bencana tidak boleh menjadi tameng untuk menurunkan kinerja.
Pelayanan publik, menurutnya, justru harus semakin terasa kehadirannya di saat masyarakat berada dalam kondisi paling rentan.
Ia mengingatkan OPD teknis agar tidak terjebak koordinasi di atas kertas. Penanganan dampak bencana dituntut bergerak cepat dan nyata, mulai dari pengaturan lalu lintas, pendataan serta distribusi bantuan, hingga percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak.
Peran Dinas Perhubungan mendapat sorotan tajam. Rudy meminta pengamanan persimpangan, pasar, dan Zona Selamat Sekolah (ZOSS) diperketat.
Pelayanan pengujian kendaraan bermotor juga ditegaskan sebagai kebutuhan mendesak demi keselamatan pengguna jalan dan pengendalian dampak lingkungan.
Tak kalah penting, camat dan perangkat kewilayahan diminta turun langsung ke lapangan, memastikan kondisi masyarakat tanpa menunggu laporan formal.
Mereka diharapkan menjadi penghubung aktif antara pemerintah daerah dan warga, bukan sekadar perpanjangan birokrasi administratif.
Menutup arahannya, Sekda menantang seluruh ASN menjadikan bencana sebagai momentum membersihkan sekat-sekat birokrasi.
Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi ASN di lapangan, sembari menegaskan bahwa kerja hari ini akan menentukan seberapa cepat Padang Pariaman bangkit dari krisis.(bay).






