Jakarta – PT MNC Asset Management mendorong konsolidasi investasi dari seluruh unit jasa keuangan yang berada di bawah naungan MNC Group. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antarunit grup sehingga dapat meningkatkan kinerja dan keuntungan secara korporasi.
Direktur Utama PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), Yudi Hamka, menuturkan bahwa sinergi antara unit jasa keuangan menjadi peluang baru bagi MNC Asset Management untuk memperkuat kinerja investasinya. Konsep ini sejalan dengan rencana Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, dalam memperluas prospek bisnis grup.
“Ke depannya, Pak Hary mempertimbangkan agar portofolio dari lini asuransi, baik asuransi jiwa maupun umum, dikelola melalui Asset Management,” ujar Yudi Hamka dalam rapat koordinasi bertajuk “Growing Together, Soaring Stronger” di iNews Tower, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Yudi menambahkan, pengelolaan dana pensiun MNC Group juga berpotensi berada di bawah MNC Asset Management. Konsolidasi bisnis ini akan melibatkan MNC Bank dan seluruh unit terkait, namun harus dilakukan dengan perencanaan bisnis yang matang.
“Kami harus memastikan pengelolaan berjalan profesional. Jika keliru, mengalami kerugian, atau return tidak optimal, dampaknya tidak hanya ke Asset Management, tapi ke seluruh grup,” jelas Yudi.
Ia menjelaskan bahwa konsolidasi ini relevan dan membutuhkan pembentukan tim treasury yang fokus. Selama ini, MNC Kapital berperan mengawasi lini bisnis jasa keuangan grup, termasuk bank dan perusahaan asuransi.
“Di MNC Kapital, kami memiliki bisnis perbankan, asuransi jiwa dan umum, serta broker asuransi dengan portofolio yang cukup besar. Dengan sinergi, Asset Management dapat bekerja sama dengan bank, asuransi, dan sekuritas untuk memaksimalkan ekosistem yang ada di MNC Kapital maupun MNC Group secara keseluruhan,” ujar Yudi.(BY)






