Kotim  

BLUD Perikanan Kotim Disiapkan, Sentra Sei Ijum Raya Ditarget Lebih Mandiri dan Produktif

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur Ahmad Sarwo Oboi
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur Ahmad Sarwo Oboi

Sampit, fajarharapan.id – Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mulai memperkuat tata kelola sektor perikanan dengan membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk sentra perikanan di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Langkah ini diarahkan untuk menciptakan kemandirian operasional sekaligus mempercepat layanan bagi nelayan dan pembudidaya setempat.

Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboi, Rabu (29/1/2026) menyebut, BLUD tersebut akan mengelola sejumlah unit usaha strategis seperti pabrik pakan, pabrik es, pengelolaan pelabuhan perikanan, hingga penjualan benih ikan. Seluruh lini usaha itu ditargetkan mulai berjalan penuh di bawah sistem BLUD pada 2026.

Menurut Oboi, kebijakan ini merupakan upaya optimalisasi aset daerah agar tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi perikanan. Sentra perikanan Sei Ijum Raya diproyeksikan berkembang menjadi kawasan layanan terpadu yang mampu menjawab kebutuhan produksi hingga distribusi pelaku usaha.

Dari sisi regulasi, pembentukan BLUD tinggal menunggu pengesahan Peraturan Bupati (Perbup). Dokumen tersebut dikatakan telah rampung secara substansi dan kini berada di tahap akhir administrasi sebelum ditandatangani bupati, sehingga implementasi program dinilai tinggal menunggu waktu.

Penerapan sistem BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. Pendapatan dari unit usaha dapat langsung dimanfaatkan kembali untuk operasional tanpa harus melalui prosedur panjang penyetoran ke kas daerah terlebih dahulu, sehingga respons terhadap kebutuhan mendesak di lapangan bisa lebih cepat.

Selain itu, pola BLUD juga membuka ruang pengelolaan sumber daya manusia yang lebih profesional. Manajemen memiliki keleluasaan merekrut tenaga kerja sesuai kebutuhan teknis, sehingga operasional pabrik, pelabuhan, dan fasilitas produksi lainnya dapat ditangani oleh personel yang kompeten.

Untuk memperkuat permodalan, Diskan Kotim turut membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pengembangan usaha sekaligus menjamin ketersediaan pakan dan es bagi pelaku usaha perikanan lokal, sehingga sentra Sei Ijum Raya bisa tumbuh sebagai penggerak ekonomi baru yang lebih efisien dan berdaya saing.(Av/m)