Jakarta – JAECOO Indonesia mencatat pencapaian baru dengan menyalurkan sekitar 3.000 unit mobil listrik JAECOO J5 EV kepada pelanggan di berbagai wilayah Tanah Air. Momentum ini ditandai melalui seremoni serah terima simbolis yang digelar di kawasan Pantai Indah Kapuk, Tangerang, pada Sabtu (24/1/2026).
Dalam acara tersebut, JAECOO Indonesia sekaligus memperkenalkan skema perlindungan harga terbaru bertajuk Price Lock Insurance, yang dirancang khusus bagi konsumen JAECOO J5 EV sebagai bentuk kepastian harga di tengah dinamika kebijakan kendaraan listrik.
Program Price Lock Insurance berupa perlindungan senilai Rp8 juta yang berfungsi menahan potensi kenaikan harga apabila insentif kendaraan listrik tidak lagi diberlakukan. Dalam skenario tersebut, JAECOO J5 EV akan terkena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.
Kebijakan ini diluncurkan menyusul tingginya minat masyarakat terhadap JAECOO J5 EV, yang tercermin dari raihan lebih dari 12.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sejak pertama kali diperkenalkan ke publik. Program Price Lock Insurance dapat dimanfaatkan oleh konsumen yang telah melakukan pembayaran uang tanda jadi hingga batas waktu 31 Desember 2025.
Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menyampaikan bahwa program ini bertujuan memberikan kepastian dan ketenangan bagi konsumen dalam menghadapi kemungkinan perubahan harga di masa mendatang.
Melalui skema tersebut, konsumen tetap dapat memiliki JAECOO J5 EV dengan harga Rp299.900.000 meskipun insentif kendaraan listrik dihentikan dan PPN kembali diberlakukan.
Namun demikian, Jim menambahkan bahwa konsumen yang telah melunasi pembayaran kendaraan tidak diwajibkan mengikuti program Price Lock Insurance. Harga kendaraan bagi kelompok tersebut tetap dikunci di angka Rp299.900.000 tanpa syarat tambahan.
Di sisi lain, JAECOO Indonesia juga mengakui adanya keluhan terkait lamanya waktu pengiriman unit kepada konsumen. Menanggapi hal tersebut, perusahaan menyatakan tengah melakukan berbagai upaya percepatan.
Menurut Jim, JAECOO saat ini fokus meningkatkan kapasitas produksi serta memperbaiki efisiensi rantai pasok agar proses distribusi kendaraan dapat berlangsung lebih cepat. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada para calon pembeli yang terdampak keterlambatan pengiriman.
Sebagai bagian dari penguatan layanan jangka panjang, JAECOO Indonesia juga menargetkan ekspansi jaringan penjualan dengan membuka hingga 80 dealer di seluruh Indonesia sebelum akhir 2026. Langkah ini diiringi dengan peningkatan layanan purna jual untuk memastikan konsumen mendapatkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang optimal, berkualitas, dan konsisten di seluruh jaringan JAECOO.(BY)






