Tanjung Uban – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban menggelar Layanan Paspor Simpatik pada Sabtu (24/01/2026) sebagai bagian rangkaian peringatan Hari Bakti Imigrasi (HBI) ke-76.
Langkah ini dilakukan untuk menjawab aspirasi masyarakat yang menginginkan pelayanan pembuatan paspor di akhir pekan.
Layanan Paspor Simpatik merupakan program unggulan Imigrasi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengurus paspor di luar jam kerja reguler, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu. Layanan ini mencakup permohonan paspor baru maupun perpanjangan paspor yang habis masa berlaku, namun tidak melayani penggantian paspor akibat kerusakan atau kehilangan.
Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Uban, Adi Hari Pianto, menjelaskan bahwa program ini ditujukan bagi warga yang kesulitan mengurus paspor pada hari kerja karena kesibukan.
“Berdasarkan masukan dari masyarakat, kami menggelar layanan paspor di akhir pekan. Mengingat wilayah kerja Tanjung Uban banyak dihuni pekerja di sektor industri dan pariwisata, Paspor Simpatik diadakan untuk memudahkan mereka,” ujar Adi.
Adi menambahkan, Layanan Paspor Simpatik yang digelar hari ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pemohon yang terus meningkat setiap minggunya. Program ini juga menjadi wujud komitmen Imigrasi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di bidang keimigrasian.
“Kuota hari ini sebanyak 80 pemohon melalui aplikasi M-Paspor. Setelah mendaftar, pemohon mengikuti wawancara dan perekaman biometrik. Paspor akan selesai dalam empat hari kerja dengan notifikasi otomatis melalui WhatsApp,” jelas Adi.
Pada Layanan Paspor Simpatik kali ini, Imigrasi Tanjung Uban melayani tujuh permohonan, terdiri dari empat paspor baru dan tiga perpanjangan paspor habis masa berlaku.
Salah seorang pemohon, Aprian, menyampaikan apresiasinya atas layanan ini karena memudahkan warga yang sibuk bekerja.
“Layanan Paspor Simpatik sangat membantu saya mengurus paspor di tengah kesibukan kerja. Semoga Imigrasi terus berinovasi agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan keimigrasian,” ungkap Aprian.(des*)






