Padang Pariaman – Harapan itu akhirnya tiba di ambang pintu. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menyatakan kesiapan penuh menyambut peresmian Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana.
Sebuah momentum yang menandai awal kebangkitan para penyintas dari luka panjang bencana alam.
Peresmian Huntara ini akan dilakukan secara nasional oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Agenda nasional tersebut menjadi simbol kehadiran negara di tengah rakyat yang tengah berjuang menata ulang kehidupan.
Kesiapan Padang Pariaman ditegaskan langsung oleh Bupati John Kenedy Azis dalam rapat koordinasi persiapan peresmian Huntara Provinsi Sumatera Barat yang digelar BNPB secara daring, Rabu (21/1/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Utama BNPB, Rustian, didampingi jajaran pimpinan BNPB, serta diikuti pemerintah daerah terdampak bencana di Sumbar.
Didampingi Wakil Bupati, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten, dan kepala perangkat daerah terkait, Bupati menegaskan bahwa seluruh tahapan krusial di Padang Pariaman pada prinsipnya telah rampung.
“Pembangunan Huntara di Padang Pariaman pada dasarnya sudah selesai. Saat ini hanya tinggal penyempurnaan pemasangan listrik PLN yang ditargetkan tuntas hari ini. Sementara di lokasi Asam Pulau, seluruh fasilitas telah siap sepenuhnya,” ujar John Kenedy Azis dengan nada optimistis.
Di Padang Pariaman, Huntara dibangun di dua titik strategis. Asam Pulau dengan 34 unit hunian, serta Batang Anai sebanyak 40 unit. Total 74 unit Huntara itu disiapkan sebagai tempat bernaung sementara. Ruang aman bagi keluarga penyintas untuk kembali menjalani kehidupan dengan martabat.
Meski peresmian nasional akan dipusatkan di Kabupaten Agam, Padang Pariaman tetap menjadi bagian penting dari agenda besar tersebut. Prosesi akan diikuti secara hybrid melalui videotron, menghubungkan harapan di berbagai wilayah yang sama-sama bangkit dari bencana.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, dalam arahannya menekankan bahwa Huntara bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol pemulihan kemanusiaan.
Ia meminta seluruh pemerintah daerah memastikan hunian benar-benar layak dan siap dihuni.
“Ketersediaan air bersih, MCK, listrik, hingga kelengkapan di dalam hunian harus dipastikan. Setelah diresmikan, masyarakat harus bisa langsung tinggal dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Melalui kesiapan ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, menegaskan komitmen kuat mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Lebih dari itu, Huntara menjadi bukti nyata bahwa negara tidak berpaling. Bahwa di balik puing dan duka, selalu ada ruang untuk pulang dan harapan untuk memulai kembali.(bay).






