13 Nyawa Melayang, Negara Datang Menyapa Duka Padang Pariaman Serahkan Santunan

Padang Pariaman – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat sepanjang 2025 menyisakan duka mendalam. Sebanyak 13 warga kehilangan nyawa, meninggalkan luka yang tak mudah sembuh bagi keluarga yang ditinggalkan.
Di tengah duka itu, negara hadir.

Kementerian Sosial RI bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyerahkan santunan kepada para ahli waris korban meninggal dunia, Sabtu (17/1/2026), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman, Karan Aur.

Pada tahap awal penyerahan, 11 ahli waris menerima santunan dan bantuan sembako. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, didampingi Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.

Santunan yang diberikan berupa uang duka Rp15 juta per jiwa, ditambah bantuan sembako dari Kementerian Sosial RI. Bantuan tersebut menjadi penanda kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak, meski tak mampu menggantikan nyawa yang hilang.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat menghadapi duka sendirian.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ujarnya.

Vasco juga menegaskan komitmen pemerintah sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada santunan.

Pemerintah akan terus mendorong pemulihan pascabencana melalui pembangunan hunian tetap dan hunian sementara, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), bantuan perabot rumah tangga, serta bantuan sosial bulanan dari Kementerian Sosial.

“Bantuan ini tidak akan pernah mengganti rasa kehilangan, tetapi negara ingin memastikan masyarakat terus didampingi hingga pulih,” tegasnya.

Dari Kementerian Sosial RI, melalui Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana yang diwakili Ketua Pokja Pemulihan dan Penguatan Sosial Hijrah Manfaluty, ditegaskan bahwa penyerahan santunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di setiap musibah.

“Kemensos berkomitmen mendukung pemulihan sosial keluarga korban hingga mereka kembali bangkit,” katanya.

Sebelumnya, Bupati John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan provinsi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Padang Pariaman.

“Pemerintah hadir untuk meringankan beban duka. Saya berpesan agar santunan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jika masih ada anak yang bersekolah, prioritaskan untuk pendidikan, bukan untuk kebutuhan konsumtif,” ujar Bupati.

Suasana penyerahan bantuan berlangsung haru. Wakil Gubernur dan Bupati menyapa langsung para ahli waris, mendengar kisah pilu saat bencana merenggut orang-orang tercinta. Tangis dan keheningan menyatu, menegaskan bahwa bencana bukan sekadar data, melainkan tragedi kemPanusiaan.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten, Sekda, jajaran kepala OPD, para camat, wali nagari, serta keluarga korban.

Melalui penyerahan santunan ini, pemerintah berharap dapat sedikit meringankan beban keluarga korban sekaligus memperkuat sinergi pusat, provinsi, dan daerah dalam penanganan serta pemulihan pascabencana di Kabupaten Padang Pariaman.(r-bay).