Bupati Padang Pariaman Pasang Badan Pulihkan Sistem Penyediaan Air Minum

Padang Pariaman – Setelah berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan air bersih akibat bencana hidrometeorologi, harapan warga Padang Pariaman, Sumatera Barat akhirnya menemukan jalannya.

Bupati John Kenedy Azis memasang badan mengawal langsung pemulihan layanan air bersih bersama Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, Jum’at (16/1/2026).

Di Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam. Yang merupakan alah satu wilayah yang paling merasakan dampak krisis air. Pemerintah pusat dan daerah memastikan normalisasi serta penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tak lagi sebatas janji.

Negara pun turun dengan kekuatan penuh. Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR menggelontorkan dana awal Rp204 miliar sebagai langkah darurat memulihkan denyut kehidupan masyarakat.

Lima SPAM kritis menjadi sasaran utama: Salisikan, Lubuk Lonsong Batang Anai, Lubuk Bonta, Batang Gasan, dan Sungai Limau.

“Ini bukan proyek biasa. Ini soal hak dasar masyarakat. Dari total 12 SPAM yang akan dibenahi, kami dahulukan wilayah dengan penderitaan terberat,” tegas JKA di lokasi peninjauan.

Targetnya tegas dan tanpa kompromi. Sebelum Lebaran, paling lambat pertengahan Ramadan. Air bersih harus kembali mengalir ke rumah-rumah warga.

Tenggat ini menjadi taruhannya: kepercayaan publik terhadap kehadiran negara pascabencana.
Pekerjaan besar ini dilaksanakan dalam dua babak. Tahap pertama senilai Rp204 miliar digarap PT Pembangunan Perumahan (Persero).

Tahap lanjutan menyusul pada akhir 2026, dengan total investasi mencapai Rp500 miliar—salah satu suntikan anggaran infrastruktur air bersih terbesar yang pernah masuk ke Padang Pariaman.

Direktur PDAM Padang Pariaman, Aznil Mardin, menegaskan bahwa proyek ini bukan tambal sulam, melainkan penataan ulang total sistem air bersih yang porak-poranda akibat bencana.

“Alhamdulillah, Padang Pariaman mendapat 12 paket pekerjaan Instalasi Pengolahan Air. Tahap awal butuh 6 hingga 8 bulan, dan tahap lanjutan ditargetkan rampung 2027,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan Lubuk Alung mendapat perhatian khusus. Pemerintah menargetkan wilayah ini menjadi simbol kebangkitan: air bersih harus mengalir sebelum Lebaran.

Bagi ribuan warga, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ini tentang martabat, kesehatan, dan kepastian hidup. Dan kali ini, Padang Pariaman menagih janji: air bersih harus kembali mengalir, tanpa alasan.(r-bay)