Gunung Semeru Erupsi Delapan Kali, Kolom Abu Tertinggi Capai 1.000 Meter

Gunung Semeru.
Gunung Semeru.

Jakarta – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi sebanyak delapan kali pada Jumat (9/1/2026).

Letusan tercatat terjadi pada pukul 00.11 WIB, 00.20 WIB, 00.28 WIB, 00.45 WIB, 00.58 WIB, 05.31 WIB, 05.41 WIB, dan 06.49 WIB. Dari seluruh erupsi, yang terbesar terjadi pada pukul 00.58 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau ±4.676 meter di atas permukaan laut, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

PVMBG mencatat kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong bergerak ke arah utara. Aktivitas ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 2 menit 5 detik.

Saat ini, Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk:

Menghindari area 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berisiko terkena awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 km dari puncak.

Tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak gunung akibat potensi lontaran batu pijar.

Waspada terhadap awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai kecil anak Besuk Kobokan.

PVMBG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat di sekitar Gunung Semeru untuk mengurangi risiko bencana akibat erupsi.(des*)