Padang  

Pemko Padang Tegaskan Relokasi Warga Rawan Banjir

Pemko Padang Tegaskan Relokasi Warga Rawan Banjir
Pesan anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif, saat beraudiensi dengan warga Koto Panjang
Padang – Warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kelurahan Lambung Bukit dan Kapalo Koto, Pemko  diingatkan untuk tidak menempati lagi kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona merah pascabencana galodo dan banjir bandang Batu Busuk akhir 2025 lalu.

Pesan ini disampaikan anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif, saat beraudiensi dengan warga Koto Panjang, Kelurahan Limau Manih, dalam agenda reses masa sidang II DPRD Kota Padang tahun 2026, Rabu (7/1/2026).

“Pemko Padang terus mengingatkan masyarakat agar menjauhi zona merah di sepanjang DAS Lambung Bukit. Imbauan ini sangat penting demi keselamatan kita bersama,” ujar Latif.

Ancaman cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, serta potensi banjir susulan, menjadi alasan pemerintah kota mengambil langkah antisipatif, termasuk relokasi warga dari titik-titik rawan dan zona merah bencana.

“Bagi masyarakat di Kecamatan Pauh, saya meminta agar tidak memaksakan diri bertahan di rumah sepanjang DAS. Hal ini sangat berisiko dan berbahaya,” tegas Latif.

Latif juga meminta seluruh warga yang masih tinggal di zona merah bersedia mengikuti relokasi sementara sesuai arahan pemerintah daerah. “Keselamatan dan nyawa warga adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” tambahnya, sambil menekankan pesannya dalam logat Pauh yang khas: “Sakali lai ambo ingek’an kapado dunsanak-dunsanak ambo nan di sapanjang DAS, untuak indak maambiak risiko. Labiah rancak kito antisipasi sabalun talambek.”

Sejalan dengan itu, Lurah Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, sekaligus tokoh masyarakat Koto Panjang, Ofrizal Kunut, menyebut pemerintah kecamatan juga aktif mengimbau warga untuk sementara meninggalkan zona merah.

“Di Kelurahan Lambung Bukit dan Kapalo Koto, masih ada sekitar 80 KK yang bertahan. Meskipun rumah mereka tidak terdampak langsung, kawasan ini telah masuk zona merah,” jelas Ofrizal.(des*)