Sport  

Tindakan Brutal di Lapangan, Pemain Putra Jaya Dijatuhi Hukuman Berat

Hilmi Gimnastiar dihukum seumur hidup usai tendangan kungfu di Liga 4.
Hilmi Gimnastiar dihukum seumur hidup usai tendangan kungfu di Liga 4.

JakartaPSSI menegaskan alasan pemberian hukuman seumur hidup terhadap Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan, akibat tindakan brutal yang dilakukannya di Liga 4 Jawa Timur.

Nama Hilmi mendadak menjadi sorotan bukan karena prestasi di lapangan, melainkan karena tendangan kerasnya ke dada pemain lawan.

Insiden terjadi saat Hilmi menendang Firman Nugraha Ardhiansyah dari Perseta 1970 Tulungagung. Alih-alih fokus bermain sepak bola, Hilmi melakukan aksi kekerasan yang membahayakan keselamatan Firman.

Asosiasi Provinsi Jawa Timur sebagai penyelenggara Liga 4 langsung menindak tegas. Hilmi dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup, sebagaimana tercantum dalam surat putusan Komite Disiplin PSSI Jawa Timur Nomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026, yang dirilis Selasa (6/1/2026).

Hilmi dinyatakan melanggar pasal berat dalam Kode Disiplin PSSI 2025, yaitu Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. Pasal 19.

“Perbuatan menendang pemain lawan hingga menimbulkan luka parah termasuk tindakan kekerasan dan pelanggaran berat. Oleh karena itu, Komdis memutuskan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup,” ujar Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat, dikutip dari Antara.

Makin menekankan keputusan ini diambil untuk menjaga prinsip fair play dan keselamatan pemain, sekaligus memberikan pelajaran bagi seluruh insan sepak bola.

“Hukuman ini juga bertujuan mencegah pemain lain meniru tindakan serupa. Sepak bola adalah olahraga, bukan arena bela diri,” tegas Makin.

Selain larangan seumur hidup, Hilmi juga dijatuhi denda Rp2,5 juta sebagai sanksi tambahan. (des*)