Padang – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, telah mengevakuasi seluruh warga di kawasan Batu Busuak, Kecamatan Pauh, menyusul banjir bandang (galodo) yang melanda daerah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa seluruh warga sudah dievakuasi sejak awal.
“Tidak ada lagi warga yang tertinggal. Sebelumnya mereka sudah mengungsi, dan kami juga memastikan proses evakuasi berjalan tuntas,” ujar Hendri di Padang, Jumat.
Evakuasi dilakukan setelah hujan deras mengakibatkan meluapnya Sungai Batang Kuranji sehingga menutup akses jalan utama di Batu Busuak. Sebagian warga terdampak dipindahkan ke hunian sementara (huntara) dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa), sementara sebagian lainnya tinggal di rumah kerabat di Kota Padang.
Untuk meringankan beban para penyintas, pemerintah kota menyalurkan bantuan berupa uang tunai Rp600 ribu per keluarga ditambah paket sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Warga yang mengungsi sudah kami tempatkan di huntara dan rusunawa, serta diberikan bantuan uang tunai Rp600 ribu untuk sewa rumah,” jelas Hendri.
Curah hujan sejak Jumat pagi menyebabkan beberapa sungai meluap, termasuk di Batu Busuak dan Gunung Nago (Kecamatan Pauh), Lubuk Minturun (Koto Tangah), kawasan Guo Lubuk Tempurung (Kuranji), dan Tabiang Banda Gadang (Nanggalo).
Hendri memastikan luapan sungai kali ini tidak membawa material lumpur, batu, atau kayu seperti banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.(des*)






