Jakarta – Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodam Iskandar Muda telah menuntaskan pembangunan dua unit jembatan armco di wilayah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Penyelesaian proyek tersebut rampung pada Senin (22/12/2025) dan mencakup Jembatan Alue Sentang serta Jembatan Alue Gadeng.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari langkah tanggap darurat TNI untuk memulihkan akses transportasi warga setelah wilayah tersebut terdampak banjir bandang pada November 2025. Bencana tersebut sempat memutus jalur penghubung antardesa dan menghambat aktivitas masyarakat.
Dalam dokumentasi resmi yang dirilis oleh Pusat Penerangan TNI, kedua jembatan kini telah dapat digunakan oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, penerapan sistem lalu lintas satu arah masih diberlakukan sementara. Hal ini disebabkan proses penataan lanjutan di sekitar jembatan yang masih menggunakan alat berat untuk merapikan struktur serta akses jalan.
Rampungnya pembangunan jembatan disambut antusias oleh warga setempat. Salah seorang penduduk Desa Alue Sentang mengungkapkan rasa syukurnya karena jembatan tersebut kembali membuka akses ke desa-desa sekitar yang sebelumnya terisolasi akibat banjir.
“Jembatan ini sangat membantu kami. Sekarang Desa Alue Sentang bisa kembali terhubung dengan Desa Bukit Lemak yang sebelumnya sulit dijangkau,” ujar warga tersebut.
Selama proses pengerjaan, prajurit TNI bekerja bersama masyarakat dengan semangat gotong royong. Mereka secara bersama-sama mengangkut material jembatan berupa pelat baja bergelombang (armco) hingga melakukan pemasangan struktur di lapangan.
Selain membantu pembangunan fisik, sinergi TNI dan warga juga terlihat saat pengaturan arus kendaraan ketika jembatan mulai difungsikan, guna memastikan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan data dari TNI, masing-masing jembatan armco yang dibangun memiliki dimensi sekitar 1,5 meter lebar dan panjang 5 meter. Spesifikasi yang sama diterapkan baik pada Jembatan Alue Sentang maupun Jembatan Alue Gadeng.
Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan mobilitas masyarakat Aceh Timur dapat kembali normal dan aktivitas ekonomi warga dapat segera pulih pascabencana.(BY)






