Padang Pariaman – Negara tak sekadar berjanji. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke jantung bencana Sumatera Barat, memastikan pemulihan pascabanjir bergerak nyata dan cepat. Di tengah lumpur, puing, dan trauma warga, kehadiran Presiden menjadi penegasan. Rakyat tidak ditinggalkan.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Bailey Padang Mantuang di Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (18/12/2025). Jembatan darurat ini menjadi urat nadi yang kembali menyambungkan kehidupan warga yang sempat terisolasi akibat terputusnya akses utama pascabencana.
Presiden hadir bersama jajaran lengkap pemerintah pusat hingga daerah, Sestama BNPB, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, unsur Forkopimda provinsi, serta Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis. Kehadiran kolektif ini bukan seremoni, melainkan pesan tegas bahwa penanganan bencana dilakukan secara terpadu dan serius.
Rangkaian kunjungan Presiden dimulai dari Kota Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau, lalu dilanjutkan dengan penerbangan helikopter ke Palembayan, Kabupaten Agam. Di sana, Prabowo menatap langsung wajah-wajah pengungsi, berdialog tanpa sekat, dan mendengar jeritan kebutuhan warga yang masih bertahan di tengah keterbatasan.
Usai dari Palembayan, helikopter Presiden mendarat di SMAN 1 Kayu Tanam. Dari titik itu, Presiden bergerak menuju Jembatan Padang Mantuang. Lokasi strategis yang sempat memutus denyut ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi logistik masyarakat.
Jembatan Bailey yang diresmikan Presiden bukan sekadar konstruksi darurat. Jembatan baja modular buatan Inggris tahun 1942 ini kini menjelma menjadi simbol kebangkitan. Dengan panjang 30 meter, lebar 3,9 meter, dan daya dukung hingga 12 ton, jembatan ini mengembalikan akses vital yang selama berhari-hari lumpuh total.
Yang paling menyentuh, jembatan ini dibangun hanya dalam waktu delapan hari, sejak 10 hingga 17 Desember 2025. Personel gabungan TNI dan warga setempat bekerja tanpa mengenal lelah. Sebanyak 25 personel Yonzipur 2/SG, 50 personel Yonif TP 896, serta puluhan masyarakat sekitar. Bersatu di bawah tekanan waktu dan kondisi medan berat.
Jembatan Padang Mantuang menghubungkan Jalan Padang Mantuang dengan Nagari Kayu Tanam, jalur penting antar nagari dan kecamatan di Padang Pariaman. Ketika jalur ini terputus, warga terisolasi. Kini, ketika jembatan kembali berdiri, harapan pun ikut mengalir.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat. Ia menegaskan, bantuan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan penyelamat kehidupan masyarakat.
“Jembatan ini sangat berarti bagi kami. Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Padang Pariaman, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan pemerintah pusat. Ke depan, kami berharap dapat dibangun sekitar enam jembatan Bailey tambahan agar akses antar kecamatan dan nagari tidak lagi terputus saat bencana datang,” tegasnya.
Peresmian Jembatan Padang Mantuang menjadi penanda kuat. Ketika bencana melumpuhkan, negara hadir, bekerja cepat, dan memastikan rakyat bisa kembali melangkah.(rbay).






