Jakarta – Program Internet Rakyat tengah menjadi sorotan publik karena menawarkan layanan WiFi berkecepatan tinggi dengan harga yang sangat ramah di kantong, yakni hanya Rp100.000 per bulan. Program ini merupakan upaya pemerintah menyediakan akses digital merata, yang dijalankan melalui kerja sama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) dengan OREX SAI—perusahaan hasil kolaborasi NTT Docomo dan NEC Corporation dari Jepang.
Apa Itu Internet Rakyat?
Internet Rakyat adalah layanan WiFi berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) yang beroperasi pada frekuensi 1,4 GHz dan memanfaatkan sistem Open Radio Access Network (Open RAN). Kombinasi teknologi ini diklaim sebagai yang pertama di dunia untuk jaringan komersial. Program ini hadir untuk menjawab permasalahan klasik masyarakat terkait tingginya biaya internet dan minimnya akses di daerah yang belum tersentuh jaringan fiber optik.
Keunggulan Paket Internet Rakyat
Program ini menawarkan berbagai manfaat, terutama dari segi harga dan fasilitas:
Tarif hanya Rp100 ribu per bulan
Kecepatan internet hingga 100 Mbps
Kuota unlimited
Pemasangan dan perangkat modem WiFi 5 diberikan gratis
Syarat Mendaftar Internet Rakyat
Wilayah Cakupan Awal
Layanan ini baru tersedia di wilayah:
Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, serta sebagian wilayah Maluku dan Papua.
Dokumen dan Informasi yang Dibutuhkan
Alamat lengkap sesuai KTP/KK
Email aktif
Nomor WhatsApp yang bisa dihubungi
Lokasi rumah melalui peta digital
Cara Registrasi
Buka situs internetrakyat.id/register atau mytelemedia.id
Isi formulir data diri (nama, email, nomor WhatsApp)
Lakukan verifikasi lewat kode OTP via WhatsApp
Lengkapi detail alamat dan tandai lokasi pada peta digital
Setujui syarat serta ketentuan
Tekan tombol Registrasi untuk menyelesaikan proses
Informasi Tambahan
Saat ini Internet Rakyat masih berada pada tahap pra-registrasi. Operasional komersial direncanakan mulai berjalan pada kuartal I 2026. Data calon pelanggan yang masuk akan digunakan sebagai dasar pembangunan jaringan dan penentuan area prioritas pemasangan. Targetnya, ekspansi infrastruktur dapat menjangkau seluruh Indonesia pada kuartal IV 2026.(BY)






