Bupati Padang Pariaman Nyalakan Alarm; Kritiklah Tapi Jangan Rusak Martabat Kita!

Padang Pariaman – Di tengah hiruk-pikuk dunia digital yang kian bising, Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis berdiri di mimbar Masjid Raya IKK Parit Malintang dan menyampaikan pesan yang menohok.

Pesan yang bukan hanya ditujukan kepada ASN, tetapi kepada seluruh masyarakat yang kini hidup dalam pusaran komentar, unggahan, dan debat tanpa ujung.

Dengan suara tenang namun tegas, ia mengingatkan tentang satu hal yang sering terlupakan. Martabat dalam berbicara.

Di hadapan ratusan ASN, Bupati John Kenedy Azis mengajak semua pihak untuk tetap waras dalam bersuara. Kritik, baginya, adalah tanda hidupnya demokrasi. Bukan amunisi untuk menghancurleburkan sesama.

“Silakan kritik. Itu hak kita. Tapi jangan saling menghujat, jangan memekik di media sosial seolah kita tak lagi punya adab,” ujarnya, mengiris kesadaran banyak orang yang hadir.

John Kenedy Azis menegaskan, suasana pemerintahan yang sehat hanya bisa dibangun jika kritik disampaikan sebagai ikhtiar memperbaiki, bukan senjata untuk menjatuhkan.

Tak hanya bicara etika berpendapat, Bupati juga menyinggung fondasi batin seorang abdi negara. Yakni keikhlasan.

Ia mengutip QS. At-Taubah ayat 105, menegaskan bahwa setiap tindakan. Sekecil apa pun akan diperhatikan. Bukan hanya oleh manusia, tetapi juga oleh Allah SWT.

“Ketika kita bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab, kita sedang menata masa depan dunia dan akhirat kita,” ucapnya, membuat suasana sejenak hening.

Pesannya sederhana tapi mengena. Bekerja bukan soal pencitraan, tapi soal ketulusan. Tentang bagaimana seseorang tetap tegak meski tak dipuji.

Ia pun berbicara tentang bahaya lisan, luka yang tak selalu terlihat. Sehingga suasana berubah lebih reflektif ketika Bupati John Kenedy Azis mengutip QS. An-Nahl ayat 94.

Ia menggambarkan bagaimana sebuah pemerintahan. Bahkan sebuah keluarga, bisa runtuh hanya karena lisan yang tak terjaga.

“Kata-kata yang kasar atau hinaan bukan tanda keberanian. Itu justru pertanda kehancuran akhlak,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa jejak digital bisa menjadi warisan yang memalukan jika tidak dijaga. Oleh sebab itu, mari merawat harmoni untuk membangun daerah

Bupati John Kenedy Azis berharap ASN menjadi teladan. Bekerja dengan hati, melayani dengan empati, dan berpendapat dengan santun.

Ia ingin Padang Pariaman tumbuh sebagai daerah yang maju tanpa kehilangan rasa, sukses tanpa kehilangan nilai. Karena bagi John Kenedy Azis bahwa kemajuan tanpa akhlak hanyalah bangunan tanpa fondasi.

Menutup pesannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perikanan yang terus memperjuangkan program Kampung Nelayan. Kehadiran Kampung Nelayan Katapiang menjadi bukti bahwa kerja nyata selalu lebih lantang daripada seribu komentar.

Wirid mingguan yang menghadirkan Ustaz Dr.Afrinaldi Yunas itu diikuti seluruh ASN se-Padang Pariaman. Ini sebuah momen yang bukan hanya ibadah, tetapi ruang untuk menata kembali hati dan niat.(r-bay).