Agam– Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang melakukan operasi pencarian terhadap dua nelayan yang sempat dilaporkan hilang saat melaut di perairan Tiku, Kabupaten Agam, pada Jumat (7/11/2025).
Informasi awal diterima dari Wali Nagari Gasan Gadang, Azirman, pada Kamis (6/11) sekitar pukul 19.20 WIB.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa lokasi kejadian diperkirakan berada di koordinat 0°25’7.08″S – 99°54’22.63″E. Titik tersebut berjarak sekitar 43 mil laut dari dermaga RIB Muaro Padang dengan waktu tempuh kurang lebih tiga jam. Sementara dari Kantor SAR Padang, perjalanan darat menuju lokasi sejauh 63 kilometer, kemudian dilanjutkan melalui laut sekitar dua mil.
Kedua nelayan yang dilaporkan hilang masing-masing bernama Buduik (60) dan Kundue (40), warga Batang Gasan. Mereka berangkat melaut pada Kamis pagi sekitar pukul 04.00 WIB menggunakan kapal payang berwarna hijau putih sepanjang 12 meter. Biasanya, keduanya telah kembali ke darat sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, hingga malam hari mereka tak kunjung pulang, sehingga warga memutuskan untuk melakukan pencarian.
Pencarian awal dilakukan oleh para nelayan setempat, menyisir kawasan Karang Gosong hingga Sungai Limau, serta arah Karang Gosong menuju Tiku. Namun hingga Kamis malam, upaya tersebut belum membuahkan hasil dan akhirnya dilaporkan kepada Basarnas Padang.
“Pada Jumat (7/11) pukul 06.55 WIB, RIB 03 Pasaman diberangkatkan dari dermaga Sasak menuju lokasi pencarian. Selanjutnya, pukul 07.30 WIB, Tim SAR Gabungan membagi area pencarian menjadi tiga sektor,” ungkap Abdul Malik.
Adapun pembagian tim yakni:
SRU 1 menyisir sektor A seluas 20 NM² menggunakan RIB 02,
SRU 2 menyisir sektor B seluas 9 NM² menggunakan LCR dan perahu nelayan,
SRU 3 menyisir sektor C seluas 17 NM² menggunakan RIB 03.
Dengan demikian, total area pencarian mencakup 46 NM². Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada pukul 10.13 WIB, ketika kedua nelayan ditemukan selamat di koordinat 0°37’39.12″S – 100°0’55.05″E, sekitar 147 mil dari titik awal dugaan posisi kapal. Tim SAR segera mengevakuasi keduanya menuju posko terdekat.
“Proses evakuasi selesai sekitar pukul 12.15 WIB, dan keduanya langsung dipulangkan ke rumah masing-masing. Setelah itu, seluruh unsur SAR melaksanakan briefing penutupan operasi pada pukul 14.05 WIB,” tutur Abdul Malik.
Operasi SAR ini melibatkan 18 personel Kantor SAR Padang, 7 personel Pos SAR Pasaman, serta unsur BPBD, TNI, Polri, perangkat nagari, masyarakat, dan nelayan setempat. Dalam operasi tersebut, gelombang laut yang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter sempat menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.(des*)






