Sampit, fajarharapan.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengadakan simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan personel dan peralatan menghadapi potensi bencana di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menguji kemampuan teknis petugas, tetapi juga koordinasi lintas sektor. “Simulasi ini penting untuk mengukur kesiapan personel, peralatan, dan seluruh sumber daya yang ada,” katanya, Rabu (6/8/2025).
Simulasi merupakan kelanjutan dari apel siaga karhutla yang sebelumnya melibatkan berbagai unsur, menyusul ditetapkannya status siaga darurat karhutla di Kotim selama 90 hari, mulai 1 Agustus hingga 29 Oktober 2025.
Berbagai pihak ikut serta, antara lain Kodim 1015/Sampit, Disdamkarmat, Polres Kotim, Manggala Agni, PMI, Tagana, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan pemadam kebakaran. “Syukur alhamdulillah, simulasi berjalan lancar dan banyak stakeholder hadir, termasuk relawan masyarakat,” ujar Multazam.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi, kemudian dilanjutkan latihan lapangan di area Kantor BPBD Kotim. Rangkaian skenario dibuat menyerupai kejadian nyata, dimulai dari laporan warga, respon awal, pengarahan tim, hingga pemadaman api.
Skenario juga mencakup kejadian di dua lokasi berbeda dalam waktu hampir bersamaan, serta penanganan korban yang memerlukan evakuasi oleh tim kesehatan.
Dari hasil evaluasi, Multazam menilai kompetensi personel cukup baik, namun kecepatan respons masih perlu ditingkatkan. “Pergerakan personel masih sedikit lambat dan koordinasinya belum maksimal, walaupun masing-masing mencoba beradaptasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan semacam ini sebaiknya tidak hanya dilakukan saat status siaga, tetapi dilaksanakan rutin untuk mengasah keterampilan dan memastikan seluruh peralatan selalu dalam kondisi siap pakai.
“Yang paling penting adalah kemampuan individu dan kerja sama tim. Tanpa itu, operasi akan sulit bergerak cepat dan efisien,” tegasnya.
Meski simulasi dibuat semirip mungkin dengan kejadian lapangan, ada beberapa penyesuaian prosedur yang diterapkan, terutama dalam kondisi darurat, seperti mempercepat keberangkatan tim kaji cepat dan mengatur pergerakan pasukan di posko secara paralel.
Multazam menuturkan, saat ini kondisi Kotim relatif aman dari ancaman karhutla berkat hujan dalam beberapa hari terakhir, termasuk di wilayah selatan yang biasanya rawan. “Hot spot nihil, tapi cuaca panas tetap berpotensi memicu kebakaran, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan,” pungkasnya.(av/m)






