Jambi, fajarharapan.id – Gubernur Jambi Al Haris mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jambi bersama Satgas Karhutla terus melakukan upaya penanganan Karhutla dengan melakukan berbagai langkah antisipatif.
Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Rapat Monitoring Karhutla serta Laporan Situasi Terkini di Masing-Masing Wilayah, secara virtual (Zoom Meeting), bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Suharyanto.
Bersama Gubernur, rapat monitoring ini juga dihadiri Danrem 042 Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, SE, M.Sc, Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah dan instansi terkait lainnya.
Selain Jambi, beberapa kepala daerah seperti Gubenur Riau, Sumatra Selatan, Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimatan Selatan juga tampak hadir.
Dalam laporannya Gubernur Al Haris menjelaskan, secara umum Titik Panas di Provinsi Jambi berada dalam rentang T
ingkat Kepercayaan Sedang (30–79%) dengan jumlah total hotspot periode 1 Januari – 26 Juli 2025 sebanyak 261 hotspot.
“Salah satu strategi penanganan Karhutla yang telah dilakukan adalah dengan menetapkan sebanyak 62 Pos Jaga Satgas Karhutla di 6 (enam) kabupaten rawan Karhutla, ” ujar Al Haris.
Dalam kesempatan itu, Al Haris menyampaikan bahwa Provinsi Jambi telah melaksanakan 11 (sebelas) langkah penanganan Karhutla dan berupaya meminimalisir risikonya, yaitu: 1. Penetapan status siaga darurat. 2.oPenunjukkan personil dan organisasi pos komando Satgas Karhutla. 3. Mengimbau Sekda (Ex Officio Kepala BPBD kabupaten) terkait kesiapan menghadapi bencana Karhutla. 4. Apel Siaga Karhutla dipimpin oleh Gubernur Jambi. 5. Clustering pengendalian Karhutla tingkat kabupaten/kota. 6. Penetapan personil gabungan Satgas Karhutla yang didanai dari APBD Provinsi Jambi dan dunia usaha/swasta. 7. Operasi Modifikasi Cuaca oleh BNPB dalam rangka pembasahan, terutama di lahan gambut. 8. Mendapat bantuan 1 (satu) unit helikopter patroli dan 2 (dua) unit water bombing dari BNPB dan 1 (satu) unit heli patroli BKO dari Mabes Polri. 9. Upaya pemadaman terpadu oleh satgas gabungan. 10. Solusi permanen di Kawasan Gambut melalui rewetting, revegetasi, dan revitalisasi. 11. Kebijakan Gubernur Jambi memberikan bantuan peminjaman alat berat bagi masyarakat/kelompok tani dalam pembukaan lahan.
Kebakaran hutan di Jambi masih terus terjadi. Selama periode 1 Januari – 26 Juli 2025 luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi adalah 421,77 hektar. “Pada tanggal 20 Juli 2025 pukul 09.00 WIB terjadi kebakaran lahan seluas lebih kurang 270 hektar di Desa Gambut Jaya Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Sebanyak 122 orang personil gabungan dikerahkan untuk pemadaman melalui darat.
“Pemadaman melalui udara juga telah kita lakukan dengan pengerahan 2 (dua) unit helikopter water bombing,” kata Al Haris.
Dalam wawancaranya dengan para rekan media Gubernur Al Haris juga berharap kepada rekan-rekan media untuk selalu update dalam memberitakan tentang Karhutla ini.(**/kaz)






