Helikopter Water Bombing Siap Beroperasi dari Bandara Tuanku Tambusai

Enam Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla Riau
Enam Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla Riau

Jakarta – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus digencarkan melalui jalur darat dan udara. Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla kini memfokuskan penanganan pada dua titik kebakaran utama yang cukup besar, yakni di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma TNI Abdul Haris, yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas Udara, mengungkapkan bahwa kondisi karhutla masih tergolong serius, terutama di kawasan lahan gambut di Rokan Hilir.

“Dari hasil pemantauan udara kemarin, situasi kebakaran masih cukup parah, khususnya di wilayah Rokan Hilir karena didominasi oleh lahan gambut,” ujar Abdul Haris saat ditemui di Hanggar Lengkung Lanud Roesmin Nurjadin, Jumat (25/7/2025).

Untuk wilayah Rohil, pemadaman akan lebih mengandalkan kekuatan tim darat karena medannya berupa dataran rendah yang masih dapat dijangkau secara langsung.

Berbeda dengan di Rokan Hulu, lokasi titik api berada di kawasan perbukitan yang cukup ekstrem. Kondisi geografis ini menyulitkan akses darat, sehingga upaya pemadaman lebih efektif dilakukan melalui udara menggunakan helikopter water bombing.

Menurut Abdul Haris, saat ini terdapat enam helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikerahkan untuk menangani karhutla di Riau. Namun, satu unit masih dalam tahap perbaikan.

“Saat ini lima helikopter water bombing aktif beroperasi. Satu unit sedang diperbaiki dan diperkirakan siap digunakan pada Senin mendatang. Hari ini juga datang satu unit tambahan, sehingga jumlah total menjadi enam helikopter,” jelasnya.

Meski penanganan dilakukan di dua wilayah, penggunaan helikopter akan diprioritaskan untuk daerah Rokan Hulu karena akses darat yang sulit dijangkau. Rencananya, pengoperasian helikopter juga akan dipusatkan di Bandara Tuanku Tambusai, Rohul, guna mempercepat respon pemadaman.

“Saat ini helikopter masih bolak-balik dari Lanud Roesmin Nurjadin ke Rohul, karena jaraknya cukup dekat. Namun ke depan, kami akan mulai beroperasi langsung dari Bandara Tuanku Tambusai dengan dukungan suplai bahan bakar dari Pertamina,” tambahnya.

Pengoperasian langsung dari Bandara Tuanku Tambusai belum berjalan karena keterbatasan pasokan avtur. Namun distribusi bahan bakar dari Dumai dan Pekanbaru telah dialihkan ke bandara tersebut.

“Insya Allah mulai besok, helikopter water bombing bisa beroperasi langsung dari Bandara Tuanku Tambusai sebagai pusat operasional,” ujarnya optimistis.

Selain mengandalkan pemadaman darat dan udara, Satgas Udara juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan. Hasilnya cukup positif, beberapa wilayah terdampak telah diguyur hujan yang membantu meredam titik api.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan OMC, hujan mulai turun di sejumlah lokasi. Hari ini juga turun hujan, dan saat ini sekitar 50 persen titik api sudah berhasil dipadamkan. Target kami, seluruh api bisa sepenuhnya dipadamkan,” tutup Abdul Haris.(des*)