Indonesia, Mesin Pertumbuhan! Duta Besar Uni Eropa Apresiasi Iklim Investasi Positif di Negeri Ini

Menko Airlangga bertemu Dubes Baru Uni Eropa.
Menko Airlangga bertemu Dubes Baru Uni Eropa

Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, H.E. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan Duta Besar Chaibi kepada Menko Airlangga, yang baru menjabat menggantikan Duta Besar UE sebelumnya, H.E. Vincent Piket.

Dalam diskusi mereka, Airlangga dan Duta Besar Chaibi membahas kemajuan dan tindak lanjut kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa. Pembahasan mencakup progres perundingan Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), kebijakan hilirisasi di Indonesia, dan situasi politik keduanya terkait pemilihan umum pada tahun 2024 mendatang.

Duta Besar Chaibi menyambut baik perkembangan hubungan antara UE dan Indonesia serta mengapresiasi iklim investasi yang semakin membaik di Indonesia. “Indonesia is the engine of growth,” ujar Duta Besar Chaibi.

Baca Juga  Urang Minang di Tasikmalaya Baralek Gadang, Gubernur Minta Perantau Terus Menebar Manfaat dan Aktif Bermasyarakat

Saat ini, Indonesia menjadi salah satu tujuan diversifikasi investasi bagi negara-negara anggota UE. Hal ini tercermin dalam nilai perdagangan dan investasi dengan tiga negara anggota utama UE, yaitu Spanyol, Prancis, dan Jerman.

Salah satu prioritas kedua negara saat ini adalah menyelesaikan perundingan IEU-CEPA yang telah berlangsung selama 7 tahun. Menko Airlangga menekankan bahwa putaran ke-16 yang akan diselenggarakan pada awal Desember 2023 menjadi “golden time” untuk menyelesaikan perundingan secara substansial, mengingat Indonesia dan UE akan memasuki tahun politik pada 2024.

“Airlangga menegaskan bahwa telah disampaikan oleh kedua pemimpin di beberapa kesempatan sejak tahun lalu bahwa target penyelesaian perundingan IEU-CEPA secara substansial adalah di akhir tahun 2023 atau paling lambat di awal tahun 2024. Indonesia juga sudah memiliki mandat tingkat tinggi yang jelas dari Presiden RI terkait lima isu kebijakan strategis pada IEU-CEPA,” tegas Airlangga.

Baca Juga  Exit Briefing Akhiri Wasrik Itjen TNI Di Koharmatau

Terkait kebijakan hilirisasi di Indonesia, UE berharap bahwa kekhawatiran masing-masing pihak terkait kebijakan hilirisasi bahan mentah kritis tidak akan menghambat proses penyelesaian IEU-CEPA. Kedua belah pihak secara realistis berharap untuk memaksimalkan perundingan dan mencapai perkembangan signifikan pada putaran ke-16.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *