Mardison Mahyuddin ; Tak Terima Difitnah dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kota Pariaman – Saya akan menempuh jalur hukum kepada oknum Kabag Umum Setdako Pariaman atas tuduhan tentang hilangnya aset sebuah Televisi di Rumah Dinas (Rudin) Wakil Walikota (Wawako) Pariaman sebagaimana muncul ke media.

Hal itu ditegaskan Mardison Mahyuddin, Wawako Pariaman priode 2018-2023 dalam Jumpa Pers dengan Wartawan di RM.Sambalado Kurai Taji, Pariaman, Selasa (31/10/2023).

Ia membantah keras tuduhan berkaitan barang berjenis sebuah Televisi tersebut. Padahal Televisi bersama perangkatnya itu hanya dipinjam ketika anaknya wisuda secara online alias Zoom pada tahun 2021. Kemudian, dipinjam pakai pula ketika acara HUT Partai Golkar.

“Agenda kedua kegiatan pada tahun 2021 tersebut difasilitasi oleh Dinas Kominfo Kota Pariaman. Dinas Kominfo inilah yang memasangkan dan menarik kembali. Jadi, tak ada yang saya bawa” terang Mardison Mahyuddin.

Menurut dia, untuk apa saya ambil televisi, banyak aset lain yang lebih besar. Kalau itupun, memang ada niat saya untuk mengambilnya.

“Saya ingatkan kepada Kabag Umum, jika tidak meminta ma’af dalam 2 x 24 jam, maka saya akan laporkan beliau. Karena, tuduhan itu sangat keji. Tuduhan itu tidak benar. Padahal Inspektorat masih dalam pendataan aset rumah dinas” terang dia.

Baca Juga  Terbantahkan Gema Jilid II ; Ratusan Pendukung Relawan Dampingi Mardison Mahyuddin Maju Sebagai Balon Walikota Pariaman Mendaftar Pada 4 Parpol

Ia berharap agar Kabag Umum mengklarifikasi kepada media tersebut kembali. Oleh karena itu, saya akan tunggu klarifikasinya dalam dua hari ini.

Pada tanggal 10 Oktober 2023 lalu itu sehari sesudah masa tugas, sebut Mardison Mahyuddin, telah meninggalkan Rudin dan hanya membawa yang kita punya pribadi. Sedangkan sebuah sepeda dan sebuah fiano, memang ia mengaku meminjam ke Pemko, itupun pakai surat berita acara pinjaman.

Kemudian, kata Mardison, memang mempergunakan 4 (empat) buah kenderaan Dinas Operasional sebagai Wakil Walikota Pariaman. Yakni Fajero Sport, Fortuner, Sedan Camry. Dan Avanza sebagai operasional rumah tangga dan Ibuk Dharma Wanita. Kenderaan Fortuner dan Sedan Camry telah ditinggalkan di Rudin Wawako.

“Sedangkan Fajero Sport dalam proses lelang, sebab seorang Pejabat Negara di Provinsi atau Kabupaten/Kota diperbolehkan mengambil lelang sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku setelah kajian Tim” tutur dia beralasan.

Kenderaan Avanza, ia menambahkan, kita minta bantu ke Walikota lama, sejak tiga bulan lalu, agar bisa dipergunakan pula sebagai kenderaan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pariamanm. Karena, KONI dan organisasi lain telah mendapat fasilitasi kenderaan dari Pemko.

Baca Juga  Persikopa Sukses Tingkat Nasional ; Pj Wali Kota Pariaman Diawancarai TVRI

“Berkaitan masalah Asset, pihak Pemko Pariaman harus mendata dengan memberi merek, nomor dan tahun pembelian. Sehingga jelas peruntukannya. Jadi, wajar dan pantas saja PJ Walikota Roberia meminta data asset Rudin Walikota dengan jelas fakta disertai datanya, sebelum ia menempatinya” tegas Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman.

Menurut dia, langkah yang dilakukan PJ Walikota Roberia itu sudah standar dan tegas. Hal demikian untuk menghindari jangan salah sangka sesudah ia tidak menjabat lagi nantinya.

“Ketika PJ Walikota Roberia meminta data Asset di Rudin Wako dengan masa tenggang sampai 2 November 2023, baru kalang kabut. Seharusnya, jauh hari telah jelas data Asset ini” ucap Mardison Mahyuddin mengakhiri.(ssc).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *