Jakarta – Seorang ahli kimia dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa pembersihan tumpahan cairan kimia natrium hidroksida cair (NaOH) atau soda api yang terjadi di Jalan Purwakarta-Padalarang, Bandung Barat, tidak dapat hanya dilakukan dengan air. Diperlukan bahan tambahan untuk menetralkan pH di area tersebut.
Pernyataan ini disampaikan oleh Peneliti di Pusat Riset Kimia Maju BRIN, Roni Maryana. Koordinator Grup Kimia Analitik BRIN, Andreas, menjelaskan bahwa konsentrasi NaOH yang terlibat dalam kejadian tersebut berada di kisaran 40-50 persen.
“Bahan kimia ini berpotensi berbahaya, seperti menyebabkan korosi pada logam dan bisa merusak kulit,” ungkapnya.
Selain efek pada logam dan kulit, Roni menambahkan bahwa tumpahan NaOH juga dapat memiliki dampak besar terhadap lingkungan. Ia menjelaskan, kontaminasi air atau tanah akibat tumpahan ini dapat merusak ekosistem, terutama mikroba dan makhluk hidup lainnya, karena pH lingkungan yang normal seharusnya berada di angka 6 hingga 7.
“Bagi tanaman, peningkatan pH bisa merusak dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kematian,” tambahnya.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan proses penetralan pH untuk mengembalikan kondisi lingkungan dari pH yang tinggi (sekitar 12) menjadi pH yang netral (sekitar 7) dengan bantuan bahan asam.
Cara Menetralkan Tumpahan
Roni menjelaskan bahwa karena NaOH adalah basa yang kuat, diperlukan asam kuat seperti H2SO4 (asam sulfat) atau HCl (asam klorida) untuk menetralisirnya.
H2SO4 lebih sering digunakan karena harganya yang lebih terjangkau. Namun, karena sifatnya yang korosif, asam ini harus diencerkan hingga konsentrasi 0,5 atau 1 persen.
Selain itu, Roni juga menyebutkan bahwa penetralan bisa dilakukan dengan menggunakan asam organik dengan konsentrasi rendah, seperti asam asetat (cuka).
Untuk penetralan menggunakan H2SO4, Roni menjelaskan bahwa perbandingan mol NaOH dan H2SO4 adalah 2:1. Artinya, untuk menetralkan NaOH, diperlukan setengah jumlah H2SO4 berdasarkan perhitungan mol.
Sebagai contoh, untuk menetralkan larutan NaOH 40% dengan larutan asam sulfat 1%, perhitungan stoikiometri menunjukkan bahwa dibutuhkan sekitar 49 liter larutan asam sulfat 1% untuk menetralkan 1 liter larutan NaOH 40%.
“Perhitungan ini didasarkan pada prinsip stoikiometri dan konsentrasi molar dari kedua larutan,” tutup Roni. (des*)