Petualangan RS Berakhir di Tangan Polisi Setelah Memperkosa Dua Siswi Kelas I SMP

Sungai Penuh, FajarHarapan, id – Dua Siswi SMP di Kota Sungai Penuh, Jambi, diperlakukan Keji setelah diajak ke tempat sepi oleh RS.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (16/3) dan Minggu (17/3/2024). Kronologis, pelaku RS (19) mengajak pertemuan kedua korban LF (12) warga Kecamatan Pesisir Bukit dan NM (13) warga Kecamatan Sungai Penuh di eks Kantor Bupati Kerinci di Koto Renah.

Kapolres Kerinci AKBP. Muhamad Mujib, SH. SiK, melalui Kasat Reskrim AKP. Very Prasetywan, SH.MH menjelaskan, setelah bertemu dengan kedua korban di tempat sepi, lalu RS melancarkan rayuannya agar korban mau ikut minum obat batuk dicampur lem..

“Sebelum RS memperkosa kedua korban, terlebih dahulu mereka mengkonsumsi obat batuk dengan jumlah banyak. Tidak lama setelah itu ketiganya sempoyongan, dalam keadaan mabuk, mereka pergi ke Bukit Tangis. Disini RS memperkosa LF,” sebut AKP Very, Kamis (21/3).

Baca Juga  Pemkot Sungai Penuh Gelar Rakor Rembuk Stunting Tahun 2024

Tidak puas menggagahi LF, kemudian RS melakukan perbuatan keji yang serupa terhadap NM namun dilokasi berbeda yaitu di bekas gedung sekolah Desa Koto Lolo berjarak kurang lebih 3 kilo meter dari lokasi bekas kantor Bupati Kerinci.

“Hanya berselang satu hari pelaku kembali melancarkan aksi bejatnya, kini terhadap NM. Pelaku memperkosa NM di bekas gedung sekolah di Desa Koto Lolo,” jelasnya.

Kelakuan bejat tersangka RS terungkap setelah keluarga korban melaporkan bahwa putri mereka tidak pulang selama dua hari. Pengaduan keluarga korban kepada polisi pada Senin, (18/3).

Baca Juga  Walikota Ahmadi Zubir Membuka Musrenbang Kota Sungai Penuh Tahun 2024

Setelah menerima pengaduan dari pihak korban, Satreskrim Kerinci bergerak dan berhasil menangkap pelaku di Desa Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit dalam waktu kurang dari dua kali 24 Jam.

“Pelaku berhasil kita tangkap pada Rabu (20/3/2024). Setelah diinterogasi pelaku mengaku perbuatannya telah memperkosa kedua siswi SMP tersebut, sesuai hasil visum dari rumah sakit, bahwa korban mengalami luka robek bagian kelamin,” jelas AKP Very.

Petualangan RS sipemerkosa berakhir di tangan polisi. Kini pelaku meringkuk disel tahanan Polres Kerinci. RS harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Ia dijerat dengan pasal 81 Undang-Undang No.35/2014 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (al).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *