Sport  

Rahasia Kepiawaian Max Verstappen: Didikannya oleh Ayah Jos Verstappen

Pembalap Tim Red Bull Racing, Max Verstappen.
Pembalap Tim Red Bull Racing, Max Verstappen.

Max Verstappen – Pembalap Tim Red Bull Racing, Max Verstappen, saat ini menjadi pemandu terbaik di dunia Formula One (F1) dengan prestasi sebagai juara dunia selama tiga musim terakhir. Di balik pencapaiannya tersebut, Verstappen telah menjalani pendidikan yang sangat keras dari sang ayah, Jos Verstappen.

Berkat pendidikan keras dari ayahnya, Verstappen berhasil meraih prestasi luar biasa di F1. Ia berhasil meraih tiga gelar juara berturut-turut dalam balapan mobil F1 sejak tahun 2021.

Namun, di balik kesuksesannya itu, terdapat kisah menarik tentang Verstappen di masa kecilnya. Menurut laporan dari Crash, pembalap asal Belanda ini pernah ditinggalkan oleh sang ayah di pom bensin setelah mengalami kekalahan dalam lomba balap ketika masih muda.

Baca Juga  Jadwal Penting, Timnas Indonesia vs Vietnam dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026

Kejadian ini menunjukkan seberapa tinggi harapan yang dimiliki Jos terhadap putranya. Jos sendiri merupakan mantan pembalap F1 yang pernah menjadi rekan dari legenda balap, Michael Schumacher.

Tak heran jika harapan besar ditumpahkan oleh Jos kepada anaknya untuk melanjutkan perjalanan di F1. Sejak usia dini, Verstappen telah diajarkan seni mengemudi balap mobil oleh sang ayah.

Kadang-kadang, Verstappen merasa bahwa ia selalu dianggap malas oleh sang ayah. Ia sering kali mendapatkan teguran dan terlibat pertengkaran dengan Jos terkait hal tersebut.

“Sejak kecil, saya melihat anak-anak lain berlarian, bermain, tidak terlalu memikirkan masa depan,” ungkap Verstappen, seperti dilansir dari Crash, Senin (18/12/2023).

Baca Juga  Profil Maarten Paes, Kiper FC Dallas yang Akan Berkostum Timnas Indonesia

“Tapi ayahku, dia punya rencana. Dan saya harus tetap pada rencana itu. Terkadang dia mengira saya agak malas. Saya pasti bertengkar dengan ayah saya tentang hal itu,” tambahnya.

Kisah tersebut juga dikonfirmasi oleh Jos. Dia mengakui bahwa ia pernah ingin mengusir anaknya jika terus bersikeras untuk berargumen.

“Dia ingin berbicara, tetapi saya tidak ingin berbicara. Jadi saya berkata, ‘Jika kamu tidak tutup mulut, aku akan mengusirmu,’” ungkap Jos.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *