Sport  

Jordi Amat Sebut JDT Tidak Normal: Raih Empat Trofi Tanpa Satupun Kekalahan

Pemain JDT, Jordi Amat.
Pemain JDT, Jordi Amat.

Jordi Amat – Pemain Timnas Indonesia, Jordi Amat, menyebut Johor Darul Takzim (JDT) sebagai klub yang tidak normal setelah berhasil memenangkan empat trofi bergengsi pada musim 2023. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini telah bermain dalam 37 pertandingan di empat kompetisi sepanjang musim ini.

Menariknya, Jordi Amat belum pernah mengalami kekalahan selama bermain penuh di klub tersebut. Satu-satunya hasil buruk adalah ketika Johor Darul Takzim ditahan imbang 3-3 oleh Kedah Darul Aman pada pekan ke-21 Liga Super Malaysia 2023.

Tidak hanya itu, Jordi Amat juga berkontribusi pada peraihan empat trofi bergengsi musim ini, yaitu trofi Malaysia Super League (MSL), Piala FA Malaysia, Piala Sumbangsih, dan terakhir Piala Malaysia setelah mengalahkan Terengganu FC dengan skor 3-1.

Trofi Piala Malaysia tahun ini menjadi pencapaian kelima Jordi Amat bersama klub raksasa Malaysia tersebut. Pada musim sebelumnya, pemain berusia 31 tahun ini juga sukses meraih trofi yang sama.

Baca Juga  Delapan Mantan Pemain Liga Italia yang Memilih Berkarier di Liga 1 Indonesia

Dengan semua prestasi yang telah ia raih di JDT, mantan pemain Swansea City ini menyebut musim ini sungguh luar biasa dengan pencapaian gemilang.

“Tentu saja kami merasa puas. Ini tidak normal, karena kami tidak pernah menelan kekalahan sepanjang musim ini, sesuatu yang sangat luar biasa. Kami telah menciptakan sejarah,” ujar Jordi Amat seperti yang dikutip dari saluran YouTube Harimau Malaya.

Jordi Amat juga tampil gemilang dalam laga final Piala Malaysia 2023 melawan Terengganu. Meski mendapat sorotan karena mendorong pemain dalam kotak penalti, wasit hanya memberikan kartu kuning.

Baca Juga  Iqbal Gwijangge, Pengalaman Piala Dunia U-17, Kunci Sukses Karier di Timnas Indonesia U-20

Sebagai informasi tambahan, prestasi Jordi Amat di Malaysia telah melampaui legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas. Dalam catatan sejarah, pemain berjuluk Bepe tersebut hanya pernah meraih satu trofi Piala Malaysia, sedangkan Jordi Amat sudah dua trofi yang sama.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *