Sport  

Carlos Tevez: Dari Kehidupan Sulit Hingga Gaji Lebih Besar dari Messi dan Ronaldo

Carlos Tevez dan Cristiano Ronaldo kala sama-sama membela Manchester United.
Carlos Tevez dan Cristiano Ronaldo kala sama-sama membela Manchester United.

Buenos Aires – Carlos Tevez, mantan penyerang Timnas Argentina, kini mencuri perhatian bukan hanya dengan prestasinya di lapangan, tetapi juga dengan kisah hidupnya yang luar biasa. Meskipun awalnya menghadapi masa kecil yang sulit, Tevez berhasil mengukir sejarah dengan mengakhiri karier profesionalnya pada 4 Juni 2022.

Tevez memulai langkahnya di dunia sepakbola bersama Boca Juniors, di mana ia menghabiskan empat tahun pertamanya. Setelah itu, petualangan internasional dimulai dengan Corinthians dan kemudian West Ham United pada 2006. Namun, puncak ketenarannya muncul ketika ia dipinjamkan ke Manchester United pada 2007 dan kontroversialnya kepindahan ke Manchester City pada 2009.

Meskipun kontroversial, Tevez berhasil membuktikan dirinya sebagai pemain kunci di Manchester City, membantu klub meraih sukses selama empat musim sebelum melangkah lebih jauh ke Juventus pada 2013. Perjalanan kariernya berlanjut ke China sebelum akhirnya pulang ke Argentina untuk pensiun bersama Boca Juniors.

Baca Juga  Tantangan Berat Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, Vietnam Tetap Waspada

Yang membuat perhatian kembali tertuju pada Tevez adalah laporan bahwa saat bergabung dengan Shanghai Shenhua pada Desember 2016, gajinya mencapai angka yang mengesankan, yakni 34-38 juta poundsterling per tahun. Dalam rupiah, angka tersebut setara dengan Rp728,4 miliar.

Dengan kontrak senilai 600.000 poundsterling per minggu, Tevez menjadi pesepakbola dengan bayaran tertinggi di dunia pada saat itu. Prestasinya itu bahkan mengungguli Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo saat keduanya berada di puncak kejayaan di Real Madrid dan Barcelona.

Namun, dalam wawancara terbarunya, Tevez menunjukkan sikap rendah hati. Meskipun banyak yang penasaran dengan jumlah gajinya, ia menolak memberikan informasi tersebut demi menjaga rasa hormat terhadap rekan setimnya.

“Masalah gaji tidak boleh diberitahukan kepada semua orang, ini masalah rasa hormat terhadap rekan satu tim. Gaji saya tidak setinggi para legenda, tetapi untuk menghormati rekan satu tim, saya tidak akan memberi tahu Anda caranya, yang jelas banyak,” ujar Tevez.

Baca Juga  Arsenal Bersiap Beraksi di Bursa Transfer Musim Dingin 2024, Target Prestasi Gemilang

Sementara itu, Tevez juga mengungkapkan latar belakang hidupnya yang sulit sebelum meraih sukses. Dibesarkan dalam lingkungan yang keras di mana narkoba dan kejahatan harian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, Tevez berhasil memilih jalannya sendiri.

“Saya pikir hal ini memungkinkan setiap orang untuk memilih jalannya sendiri dan tidak hanya menerima jalan yang diambil orang lain sebelum Anda. Saya tidak pernah memaafkan narkoba atau pembunuhan dan untungnya saya bisa membuat pilihan,” ungkapnya.

Kisah hidup Carlos Tevez tidak hanya menjadi inspirasi bagi penggemar sepakbola, tetapi juga menyiratkan pesan kuat tentang determinasi, perjuangan, dan kemampuan untuk mengubah nasib, sekaligus menciptakan jejak yang abadi dalam dunia sepakbola.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *