Sport  

Fabio Di Giannantonio Sebagai Calon Pengganti Marquez di Repsol Honda

Pembalap Tim Gresini Racing, Fabio Di Giannantonio.
Pembalap Tim Gresini Racing, Fabio Di Giannantonio.

Aalst – Kursi kosong yang ditinggalkan oleh Marc Marquez di Repsol Honda untuk MotoGP 2024 memunculkan banyak spekulasi dan harapan. Salah satu saran yang mencuat adalah merekrut pembalap Gresini Racing, Fabio di Giannantonio, untuk menggantikan posisi The Baby Alien, seperti Marquez sering disapa.

Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, adalah salah satu yang memberikan saran tersebut. Menurut Pernat, Di Giannantonio adalah pilihan yang tepat untuk mengisi slot kosong yang ditinggalkan Marquez.

Hingga saat ini, Repsol Honda belum mengumumkan pembalap mana yang akan menggantikan Marquez di musim 2024. Beberapa nama seperti Luca Marini, Johann Zarco, dan Di Giannantonio telah muncul dalam rumor pembalap pengganti Marquez.

Namun, Di Giannantonio sendiri masih dalam ketidakpastian. Setelah kepergiannya dari Gresini Ducati, ia belum menemukan tim baru untuk musim depan.

Baca Juga  Alberto Puig, Target Repsol Honda Bangkit di Paruh Kedua MotoGP 2024

Pernat mengakui bahwa mencari pengganti Marc Marquez yang sesuai dengan kualitasnya bukanlah tugas yang mudah. Namun, menurutnya, Di Giannantonio adalah rider yang tepat untuk menjadi tandem Joan Mir. Prestasi impresif Di Giannantonio di MotoGP Indonesia dan Australia, di mana ia finis keempat dan ketiga, memberikan bukti kualitasnya.

“Mencari pengganti Marc tidak akan mudah, bahkan hingga saat ini pembalap kedua belum terpilih,” kata Pernat.

“Fabio Di Giannantonio masih tersedia di pasaran dan mencatat hasil bagus di balapan terakhir,” tambahnya.

Meski demikian, Pernat menyadari bahwa pindah ke tim pabrikan Jepang mungkin tidak mudah bagi Di Giannantonio. Bos Repsol Honda, Alberto Puig, diyakini memiliki pendapat negatif tentang pembalap Italia.

Meskipun begitu, Pernat berharap agar Puig dapat mempertimbangkan potensi Di Giannantonio sebagai pengganti Marquez. Menurutnya, penilaian terbaik adalah dari segi kemampuan teknis seorang pembalap, bukan dari asal negara mereka.

Baca Juga  Fokus dan Konsentrasi Tinggi, Kunci Sukses Persija Jakarta Menurut Thomas Doll

“Puig harus mempertimbangkan hal ini, tetapi sayangnya, dia tidak menyukai orang Italia dan bahkan telah membuat stereotip negatif dalam wawancara,” ujarnya.

“Kualitas teknis harus menjadi satu-satunya parameter dalam keputusan semacam ini, dan Fabio layak mendapat kesempatan di MotoGP,” tandas Pernat.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *