Sport  

Enea Bastianini Akui Kesulitan Menyalip dalam MotoGP Thailand 2023

Pembalap Ducati Lenovo, Enea Bastianini.
Pembalap Ducati Lenovo, Enea Bastianini

Buriram – Pembalap Ducati Lenovo, Enea Bastianini, mengalami kesulitan dalam MotoGP Thailand 2023, hanya mampu finis di peringkat 13. Bastianini mengungkapkan bahwa masalah utamanya adalah kesulitan menyalip pembalap lain di lintasan.

Hasil tersebut menegaskan bahwa Bastianini masih harus bekerja keras untuk menunjukkan performa terbaiknya, terutama dalam musim pertamanya bersama tim pabrikan Ducati. Hingga saat ini, dia hanya berhasil mengumpulkan 45 poin meskipun masih tersisa tiga seri balapan lagi. Pada musim sebelumnya, Bastianini tampil mengesankan bersama Gresini Ducati dan menempati posisi ketiga dengan 219 poin.

Pembalap asal Italia itu menyatakan bahwa kecepatannya sebenarnya tidak buruk, namun, dia menghadapi kesulitan ketika mencoba untuk menyalip lawan, sehingga sering kali tertahan di posisi tengah.

Baca Juga  Gilbert Agius; Persiapan PSIS Semarang Menjelang Bentrokan Melawan Persib Bandung

“Balapan di Thailand tidak buruk. Yang paling sulit bagi saya saat ini adalah saat mencoba untuk menyalip. Saya berada di posisi terakhir selama beberapa lap. Saya kesulitan dalam hal menyalip. Tapi saat saya berada jauh dari pembalap lain, kecepatan saya cukup baik,” ungkap Bastianini sebagaimana dilansir dari Speedweek pada Rabu (1/11/2023).

Pembalap berusia 25 tahun tersebut juga menjelaskan beberapa alasan mengapa dia menghadapi kesulitan dalam menyalip pembalap lain. Salah satu penyebabnya adalah masalah dalam timing pengereman saat menikung.

“Masalah saya adalah dalam menghentikan pengereman dalam fase terakhir. Pada paruh kedua balapan, saya mencoba untuk sedikit mengubah gaya saya dan lebih banyak menggunakan rem belakang. Akhirnya, saya menjadi lebih cepat dan dapat mengontrol roda belakang dengan lebih baik,” tambah Bastianini.

Baca Juga  Spekulasi Pemecatan Troussier, VFF Berkomitmen pada Kesuksesan Timnas Vietnam

“Jika masalah ini tidak bisa diatasi dengan cara lain, saya perlu meningkatkan gaya berkendara saya pada balapan berikutnya. Ini akan lebih menuntut secara fisik, juga karena saya tidak menggunakan rem jempol. Kami akan melihat apakah kita dapat mencobanya lagi,” pungkasnya.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *