Solsel  

Karya Kaligrafi Kafilah MTQN di Solsel Lampaui Standar Internasional

Solsel,fajarharapan.id – Ada fakta menarik yang terungkap dalam dialog nasional yang dihadiri kafilah, guru, dan pecinta seni kaligrafi dari berbagai daerah di Sumatera Barat dalam kesempatan MTQ Nasional XL Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2023 di Aula SMAN 3 Solok Selatan, Jumat (15/12/2023).

Dialog nasional ini mengusung tema ‘Menyongsong Kompetisi Nasional & Internasional’ dengan penyajian wawasan dari dua narasumber terkemuka yaitu: KH. Dr. Didin Sirojuddin M. Ag dan KH. Isep Misbah, S. Ag.

Dialog ini dimulai kedua narasumber dengan memberikan penjelasan tentang sejarah kaligrafi, rangkaian even kaligrafi di Indonesia, dan aspek-aspek penting yang melandasi karya kaligrafi tanah air.

Sesuai observasi yang dilakukan oleh KH. Dr. Didin Sirojuddin M. Ag terkait lomba kaligrafi. Kebanyakan peserta lomba cenderung fokus pada Kaligrafi kontemporer.

Baca Juga  Kafilah MTQ Kota Pariaman Tampil Memukau Pawai Ta'aruf Pembukaan MTQ Tingkat Sumbar 2023

“Saat ini, karya-karya kaligrafi Indonesia sudah setara dengan karya-karya internasional. Bahkan, beberapa karya telah mampu melampaui batas-batas yang selama ini dianggap sebagai standar internasional,” ujar dia.

Apresiasi juga disampaikan Didin atas kreatifitas peserta lomba kaligrafi nan mampu menghadirkan sentuhan unik dalam setiap goresan kaligrafi mereka. Ini menunjukkan perkembangan pesat seni kaligrafi di tanah air,(Indonesia).

Senada disampaikan KH. Isep Misbah, S. Ag yang juga merupakan penulis mushaf Alquran Indonesia, memberikan bocoran menarik.
Isep mengungkapkan bahwa karya-karya para finalis lomba kaligrafi di SMA 3 Solok Selatan telah mencapai level nasional.

“Kami melihat semangat dan dedikasi tinggi dari para peserta dalam mengekspresikan kecintaan mereka terhadap seni kaligrafi, dan hasilnya sungguh memukau,” tambah Isep.

Baca Juga  Tanah Longsor Tutup Jalan Nasional Solok Selatan

Dialog nasional berlangsung dengan semangat tinggi, diwarnai oleh tanya jawab antara narasumber dan peserta.

Diskusi ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi para kaligrafer, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menyongsong kompetisi kaligrafi nasional dan internasional di masa depan.(man/rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *