Solsel  

Kafilah Penghafal 30 Juz Al-Quran Rahmi Novira, Berprofesi Sebagai Dokter

Solsel,fajarharapan.id – MTQ Nasional XL Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2023 ini menjadi ajang cukup berbeda bagi Rahmi Novira Putri. Pasalnya, pada MTQ sebelumnya, Rahmi berlomba pada cabang Tahfidz, namun tahun ini dirinya ikut pada cabang Tafsir Bahasa Indonesia.

Rahmi mengakui untuk berlomba di cabang ini dirinya cukup deg-degan karena baru pertama kali mencoba menjajal di cabang ini.

“Deg-degan banget karena sebelumnya Rahmi (di cabang) 30 juz, tapi sekarang Tafsir Bahasa Indonesia. Lebih deg-degan karena baru,” kata Rahmi saat ditemui di pemondokan Kafilah Solok Selatan di Padang Aro, Jumat (15/2/2023).

“Kalau tafsir kan lebih ke hafalan. Kalau tafsir Bahasa Indonesia kan hafalannya tetap 30 juz, terus sama Bahasa Arab juga, sama ilmu tafsirnya. Rahmi dari buku dan internet buat cari bahan belajarnya,” lanjut dia.

Gadis penghafal Al-quran ini mengakui ajang MTQ tahun ini juga berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena selain harus belajar dan mendalami tafsir, Rahmi juga harus berjibaku untuk belajar sambil melakukan koass di RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Baca Juga  Pemkab Solsel Upayakan Perlindungan Cagar Budaya, Alasannya Masuk Akal

Diakuinya bahwa mengikuti MTQ sekaligus menjadi dokter muda bukanlah hal sulit. Rahmi yang saat ini tengah berada di stase Obstetrisian dan Ginekolog (Obgyn) harus betul-betul membagi waktu antara belajar dan koass di rumah sakit dengan belajar untuk persiapan MTQ.

“Sebenarnya bagi waktu aja. Kalau (sambil) koass kemarin itu fokusnya dua, ada belajar koass sama MTQ. Persiapan MTQ sudah jauh jauh hari, jadi biasanya kalau Ami (panggilan akrabnya) jadwal siang koasa dari jam 8 pagi sampai 4 sore. Setelahnya lanjutin belajar koass, lalu malam baru belajar (untuk) MTQ. Tapi kalau udah selesai belajar MTQ dan masih ada waktu lanjutin lagi belajar koass,” paparnya.

Meski begitu, Rahmi mengakui dirinya menjalaninya dengan santai, meski cukup kewalahan dan capek. Namun dia menikmatinya karena bagi Rahmi menghafal Al-quran adalah bagian dari membahagiakan orang tuanya, selain juga menjadi bekal untuk dirinya sendiri.

Baca Juga  Pemerintah Solok Selatan Berikan Dukungan dengan Bazar Murah Bahan Pokok

Rahmi berpesan bahwa kunci dalam menghafal Al-quran dan mempelajari tafsir adalah dengan istiqomah dan dilakukan berulang-ulang kali.

“Mencoba cabang baru ini mungkin lebih ke belajar aja. Kalau tafsir kan lebih mendalam dan luas, walaupun yang diuji 1 juz tapi pembahasannya mencakup fiqih, hadist, hafalan juga diuji. Jadi gimana caranya belajar mengiringi pas koas juga Rahmi lebih ke buat poin-poin dan memahami topiknya kisah apa dan surah apa. Dibagi dan diulang lagi,” tutur Rahmi mengakhiri.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *