Sedekah Laut di Tasikagung Rembang   Gelar Larung Sesaji

Rembang,fajarharapan.id – Sedekah laut yang diadakan di Desa Tasikagung, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (18/4/2024) merupakan tradisi turun temurun yang digelar sepekan setelah Hari Raya Idul fitri atau Lebaran.

Tradisi unik satu ini rutin digelar oleh masyarakat setempat dan selalu menarik perhatian masyarakat dari dalam maupun luar kota. Biasanya, masyarakat akan menyaksikan arak-arakan sedekah laut yang menampilkan berbagai kreasi, mulai dari replika kapal hingga hewan laut.

Kegiatan ini juga diisi dengan larung sesaji.  Larung sesaji ditandai dengan pembuatan miniatur perahu yang di dalamnya terdapat sesaji, berisi kembang setaman, air suci, dan kepala kambing.

Ritual diawali dengan orang-orang beramai-ramai naik kapal atau perahu untuk melakukan arak – arakan sampai ke tengah laut. Setelah itu, dalam sedekah laut di Rembang ini dilanjutkan dengan melarung kepala kambing ke laut.

Baca Juga  Manfaat Perangkat Desa di Rembang Ikuti Program Jaminan Hari Tua

Ritual ini mempunyai filosofi bahwa dengan melarung kepala kambing atau kepala sapi dapat membersihkan inti kehidupan manusia dengan air bumi yang suci. Selain itu, juga sebagai simbol bersatunya manusia dengan alam semesta.

Kembang yang terdapat dalam sesajen mempunyai makna tentang pengharapan supaya senantiasa mendapatkan keharuman para leluhur. Adapun maksudnya agar mendapatkan keberkahan ilmu, nasehat dan kekayaan spiritual yang diharapkan dapat diwariskan secara turun temurun.

Terdapat mitos yang masih beredar di masyarakat setempat hingga sekarang. Konon, apabila warga setempat tidak melakukan sedekah laut dengan larung sesaji, maka akan ada musibah atau bencana yang menimpa. Beberapa contohnya, ketika nelayan melaut, maka tidak mendapatkan hasil apapun. Kemudian, mitos tersebut ternyata dipercaya juga bisa berdampak langsung kepada kepala desanya.

Baca Juga  BPR Bank Rembang Beri Kemudahan dan Kenyamanan Nasabah, Bunga Ringan

Namun, pada dasarnya, sedekah laut di Rembang ini sebagai bentuk rasa syukur para nelayan kepada Sang Pencipta atas kesejahteraan, ketenangan, dan kemudahan dalam menjemput rezeki.(romadi/putra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *