Buka Musyawarah Kerja PMI Rembang, Wabup : PMI Sebagai Public Sevice Utama

Rembang,fajarharapan.id – Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’,
membuka kegiatan Musyawarah Kerja (Mukerkab) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang 2024, bertempat di Pendopo Kecamatan Pancur, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Kamis (11 Januari 2024) pagi. Dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Rembang menyebutkan PMI merupakan Public Service yang paling utama.

“PMI merupakan Public Service yang paling utama. Artinya kita memberikan sebuah pelayanan yang maksimal terhadap isu kebutuhan darah di Kabupaten Rembang,” ucap Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Hanies

Perlu diketahui, tujuan disusunnya musyawarah kerja PMI Kabupaten Rembang 2024, adalah sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepalangmerahan di Kabupaten Rembang. Sejalan dengan hal tersebut, PMI Kabupaten Rembang terus berupaya meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, utamanya pada kelompok-kelompok rentan.

Ia juga menyebutkan, PMI memberikan pelayanan secara langsung terhadap masyarakat Rembang dengan tagline menolong sepenuh hati. Menurutnya, ini menjadi dorongan tersendiri untuk para pengurus PMI dari tiap kecamatan. Harapannya dari tiap kecamatan dapat mengadakan kegiatan donor darah minimal satu bulan sekali.

Lebih lanjut, Gus Hanies berpesan agar PMI Rembang melek digitalisasi. Hal ini erat kaitannya dengan posisi PMI sebagai pelayanan publik utama, maka PMI dinilai perlu dikenalkan lebih jauh kepada masyarakat.

Baca Juga  Wisata Alam Bukit Cendana, Bagaikan Surganya Wong Rembang

“Cari 1 atau 2 anak Rembang yang kreatif untuk membuat konten. Karena kalau hari ini kita tidak beradaptasi, akan sayang panjenengan sudah mumet tapi banyak yang tidak tahu apa yang kita kerjakan,” ungkapnya.

Selain itu, PMI juga diharapkan dapat bersinergi dengan Pemkab Rembang melalui aplikasi IOP. Ini karena IOP berbasis NIK by name by address, sehingga mudah melakukan tracking sebaran distribusi darah di Rembang.

“Kita punya platform IOP, artinya sinergitas platform kita dengan PMI dapat sejalan. Karena data adalah harta karun masa kini,” jelasnya.

Dalam agenda yang sama, Ketua PMI Kabupaten Rembang dr. Samsul Anwar, berharap dalam Mukerkab kali ini muncul ide dan gagasan untuk kinerja PMI kedepannya. Sehingga PMI dapat terus hadir sebagai solusi di tengah-tengah masyarakat.

“Kami akan berusaha agar masyarakat dapat merasakan berbagai macam program dari PMI selain program rutin distribusi dan donor darah,” jelasnya.

Samsul Anwar menambahkan pada intinya PMI kabupaten Rembang siap dan bersedia membantu segala hal yang diperlukan guna membantu sesama dalam berbagai macam jenis bencana.

Berdasarkan sumber anggaran bulan dana PMI kabupaten Rembang tahun 2023 sebesar Rp 700 juta, dan untuk bulan dana PMI tahun 2024 sebesar Rp 730 juta,” ungkapnya

Baca Juga  Mengapa PPPK Belum Menduduki Posisi Setingkat Kasi Hingga Kepala Dinas? Ini Ungkapan Bupati

Harapannya di tahun-tahun berikutnya dapat meningkatkan kualitas mutu dan jumlah darah untuk mencukupi pasien di wilayah Rembang maupun luar Kabupaten Rembang.

“Sejalan dengan keinginan pak Bupati, PMI nanti akan membangun kolaborasi dengan semua pihak dalam melaksanakan berbagai macam program. Kita juga akan semakin memanfaatkan digitalisasi sehingga dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” imbuhnya.

Mukerkab PMI 2024 kali ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii, Pengurus dan Staf PMI Kabupaten Rembang, Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Rembang, dan relawan PMI Rembang.(kirno/romadi/putra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *