Hobby Olah Hasil Laut, Darmudi Kempot Hasilkan Cuan

Rembang,fajarharapqn.id – Bagi sebagian besar orang, hasil laut kerap dibiarkan hingga lapuk. Namun siapa sangka, hasil laut ternyata bisa diubah menjadi souvenir berkelas dunia.

Contohnya, Darmudi atau yang sering di panggil Kempot (56) nelayan yang ingin mengubah nasib dengan menyulap hasil laut jadi produk berkelas ekspor. Warga Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, ini awalnya nelayan cantrang. Untuk menghidupi keluarganya. Namun, harga ikan yang selalu turun, membuat Darmudi kesulitan untuk mendapatkan upah yang layak saat ikut nyantrang.

Ia lalu berusaha memanfaatkan sisa-sisa hasil laut untuk menjadi kerajinan tangan yang bernilai. Siapa sangka, hasil karyanya disukai banyak orang.

Tahap awal membuat kerajinan tangan ini, Darmudi memilah hasil laut yang masih bisa dimanfaatkan. Selanjutnya, ia membuat kerajinan tersebut dalam bentuk dan ukuran yang diinginkan.

Baca Juga  Ketua DPC PPP Rembang Buka Desk Pilkada 2024, Mulai 12 - 26 Mei

“Ada banyak sih, seperti cinderamata, souvenir, kemudian untuk pipa rokok (once red) juga,” kata Darmuji kepada wartawan fajar harapan.id saat ditemui di rumahnya, Senin (18/12/2023) siang.

Usaha pembuatan kerajinan dari hasil laut yang dirintis sejak kecil ini sempat berhenti sekira satu tahun akibat sakit.

“Banyak pelanggan dari teman temannya sendiri sebagai pembeli. Namun, seiring berjalannya waktu, kita banyak belajar dan Darmudi belum menggarah ke penjualan online,” jelasnya.

Darmudi yang sudah memiliki pengalaman dalam pembuatan cinderamata tidak kesulitan untuk membuat kerajinan dari hasil laut ini. Harga hasil karya Darmuji bervariasi antara puluhan ribu hingga jutaan rupiah tergantung jenis kerajinan.

Baca Juga  Kapan, Sumani Pembunuh Satu Keluarga di Rembang Dieksekusi Mati? Ini Penjelasannya

Terdapat belasan jenis kerajinan tangan yang dihasilkan oleh Darmudi seperti, miniatur kapal, miniatur asbak dari kerang, pipa rokok dari akar bahar, tasbih dan masih banyak lagi.

Salah satu karya yang dibuat oleh Darmudi yakni perahu Phinisi, bahkan dipercaya sebagai cinderamata resmi nelayan desa Pasar Banggi Rembang.

“Sebenarnya Darmudi ingin mengikuti pameran namun bahan yang sulit didapat, tidak tahu prosedurnya,” terangnya

Biasanya kerajinan Darmudi menggunakan kayu Setigi, kayu Dewadaru, kayu Kalimasada,Akar bahar semua di dapatkan dari laut, juga ada dari bahan kerang, pun ada.(putra/aziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *