Gelontorkan Rp 8 Miliar, Pemkab Rembang Genjot Program Pemberdayaan Ternak

Rembang,fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus melanjutkan program-program pemberdayaan peternak.

Program hibah hewan ternak tahun ini akan diteruskan pada tahun 2024 mendatang.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkan sekitar Rp 8 miliar.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang Agus Iwan, menyampaikan, pihaknya memang memiliki sejumlah program dari dinas yang ditujukan di bidang peternakan. Senin (27/11/2023)

Diantaranya pengobatan hewan, vaksinasi, dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai pelatihan.

Dinas juga menggandeng komunitas. Diharapkan kedepan mereka bisa mandiri.

Sehingga mereka bisa lebih mandiri dan tak melulu bergantung kepada pemerintah.

“Kami akan dorong peran komunitas lebih eksis sehingga kemandiriannya muncul. Tidak harus tergantung dari pemerintah,” katanya.

Baca Juga  Ngeri, Jumlah Angka Pencegahan Bawaslu Rembang Jelang Pemilu

Selain program untuk kesehatan hewan dan peningkatan kapasitas SDM, tahun ini, Dintanpan juga telah menggelontorkan anggaran untuk para peternak melalui program hibah ternak.

Total ada sekitar Rp 8 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Banyak, kalau dari APBD masih diwujudkan dalam bentuk hibah ternak, kemudian pelatihan-pelatihan kelompok dan kegiatan penunjang lainnya. Hibah tahun ini hampir Rp 8 miliar,” katanya.

Program ini diperkirakan akan terus berlanjut di tahun 2024 mendatang.

Agus mengatakan, kemungkinan anggarannya tetap sebagaimana yang telah berjalan pada 2023. Yakni senilai Rp 8 miliar.

Melalui anggaran tersebut, biasanya bisa memberikan ternak kepada ratusan kelompok peternak.

Mereka diberikan berbagai jenis ternak, seperti sapi, kambing, maupun unggas.

Baca Juga  Agar Tugas KPPS Pemilu Selesai Dengan Cepat dan Tepat, Ada 5 Tips!

Berbagai bentuk ternak. Ada sapi, kambing, unggas, dan lain-lain. Tahun depan sepertinya hampir sama. Kalau jumlah ekornya banyak. Rata-rata hampir ratusan kelompok,” katanya. (romadi/putra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *