Kiprah 9 Desa APU dan 7 Desa Pengawasan di Wilayah Rembang

Rembang,fajarharapan.id – Untuk menekan praktik politik uang pada pagelaran Pemilu 2024. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Rembang membentuk 9 desa anti politik uang

Untuk mengeliminir berbagai bentuk politik uang. Baru ada 9 desa. Kami menyebutnya desa APU (anti politik uang)

Komisioner Bawaslu Kabupaten Rembang, Muhammad Bayanul Lail menjelaskan kesembilan desa anti politik uang tersebut, diantaranya Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan, Desa Kebloran Kecamatan Kragan, Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan, Desa Ngulaan Kecamatan Sedan, Desa Pasar Banggi Kecamatan Rembang, Desa Ronggomulyo Kecamatan Sumber, Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Desa Criwik Kecamatan Pancur dan Desa Bitingan Kecamatan Sale.

Bayanul menimpali Bawaslu bertekad menambah Desa APU, Menurutnya, kalau gerakan masyarakat untuk menolak politik uang berjalan masif dan satu sama lain warga saling memantau, dampaknya akan efektif.

“Dalam progres kedepan jika memungkinkan insyaallah akan kita tambah. Ketika sudah terbentuk dan proses bisa berjalan secara masif, maka kita harapkan ada efeknya,” katanya.

Baca Juga  Hasil Olahan Ikan Pindang Asap Desa PasarBanggi Rembang Laris Manis

Selain desa anti politik uang, Dia menambahkan ada pula 7 desa pengawasan, meliputi Desa Glebeg Kecamatan Sulang, Desa Kabongan Lor dan Mondoteko Kecamatan Rembang, kemudian Desa Suntri Kecamatan Gunem, Desa Sanetan Kecamatan Sluke, Desa Bulu Kecamatan Bulu dan Desa Karasgede Kecamatan Lasem.

Ketujuh desa tersebut menjadi percontohan dalam meningkatkan pengawasan partisipatif. Ia mengajak masyarakat untuk berani melapor, apabila terjadi indikasi pelanggaran Pemilu

“Silahkan laporkan dengan cara masuk ke aplikasi Sigap Lapor, biar kita tindaklanjuti. Nggak usah sungkan-sungkan, mari bersama-sama mengawasi Pemilu,” tandasnya.

Sementara itu Sukirno, seorang warga Sluke, Rembang mengaku penasaran terhadap kiprah masyarakat yang tinggal di desa anti politik uang.

Baca Juga  Keluh - Kesah Orang Tua Wali Murid Dengan Pihak Sekolah, Sumbangan, Iuran atau Bantuan???

Apakah nantinya menjelang Pemilu tanggal 14 Februari 2024, tetap terjadi bagi-bagi uang untuk meraih suara pemilih atau angka politik uang akan menurun drastis atau bahkan steril karena tingginya kesadaran warga.

“Jujur saya penasaran, ini patut menjadi sasaran penelitian, menurut saya. Kira-kira desa anti politik uang tersebut hanya sebatas slogan atau memang benar-benar ada daya dobrak masyarakatnya untuk menolak,” ungkapnya.(aziz/romadi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *