Solsel,fajarharapan.id — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Solok Selatan (Solsel) menggelar acara aksi sosial Donor Darah di RSUD Solsel, hal ini dalam menyikapi tingginya permintaan darah masyarakat yang sedang di rawat di rumah sakit itu. Bahkan ketersediaan darah dari berbagai golongan tidak tersanggupi oleh stok rumah sakit.
PMI Solsel bekerja sama dengan UTDRS Solok Selatan dan Komunitas Donor Darah (KDDS) Solok Selatan.
“Aksi donor darah ini dalam membantu masyarakat yang kesusahan mencari darah ketika mereka sedang membutuhkan, sehingga perlu danya kegiatan penyumbangan darah untuk membantu menyelamatkan masyarakat yang tengah di rawat,” kata Ketua PMI Solok Selatan Syamsurizaldi didampingi oleh Kepala Markas PMI Solsel Hendrivon, Jumat (15/6/2024) di RSUD Solok Selatan.
Sebab itu, PMI mendorong pendonor dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menyumbangkan darah dan mendukung masyarakat. Guna membantu pasokan darah sehat yang berkelanjutan bagi industri perawatan kesehatan.
Dia menyebut donor darah merupakan tugas mulia, dan digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis, seperti kehilangan darah, anemia, dan kanker. Dalam proses donor darah, biasanya seseorang menyumbangkan darah ke bank darah atau ke organisasi yang mengumpulkan darah untuk transfusi.
“Donor darah merupakan tugas penting yang dibutuhkan untuk pasokan darah sehat yang konstan bagi industri perawatan kesehatan,” bebernya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam lamannya juga menyebut peringatan 20 tahun Hari Donor Darah Sedunia.
Donor darah merupakan kesempatan yang sangat baik dan tepat waktu untuk berterima kasih kepada para donor darah di seluruh dunia. Atas sumbangan mereka yang menyelamatkan nyawa selama bertahun-tahun dan menghargai dampak yang mendalam bagi pasien dan donor.
“Ini juga merupakan momen yang tepat untuk mengatasi tantangan yang terus berlanjut dan mempercepat kemajuan menuju masa depan di mana transfusi darah yang aman dapat diakses secara universal,” kata WHO.
Hari Donor Darah Sedunia diperingati ketika pada tahun 1940, seorang ilmuwan bernama Richard Lower melakukan transfusi darah antara dua anjing tanpa efek samping. Terobosan ini memungkinkan pengembangan teknik transfusi darah modern dan menjadikan donor dan transfusi darah sebagai prosedur rutin di sektor perawatan kesehatan.
Pada tahun 2005, Majelis Kesehatan Dunia mengumumkan tanggal 14 Juni untuk diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia setiap tahun. Sejak saat itu, hari tersebut diperingati setiap tahun.
Terdapat peserta Donor Darah di Solok. Selatan didapat satu anggota tetap yang sudah 71 kali menyumbangkan. darahnya untuk beramal Dia adalah Indra Jaya Putra warga Jorong Rawang, Nagari Pasir Talang. Selatan, Kecamatan Sungai Pagi, Solok. Selatan.
“Dari aksi donor darah itu PMI Solsel beserta tim berhasil mengantongi darah sebanyak 30 kantong. Kemudian ke depan kita akan tingkatkan kegiatan donor untuk memenuhi kebutuhan darah di RSUD dan pasien yg membutuhkan,” ucapnya. (SDW)







