Turba, Caleg Demokrat untuk DPRD Pasaman Buya Unchu Mengaku Prihatin dengan Kondisi Masyarakat

caleg
Dalam rangkaian turba di dapilnya, caleg Partai Demokrat untuk DPRD Pasaman H. Fauzi Azizka alias Buya Unchu mendapati sebuah keluarga di Jorong Mapun, Nagari Sundatar, Kecamatan Lubuk Sikaping, mendiami rumah yang jauh dari standar layak.

Lubuk Sikaping – H. Fauzi Azizka, calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrat untuk DPRD Kabupaten Pasaman periode 2024-2029, mengaku prihatin dengan kondisi sosial ekonomi sejumlah anggota masyarakat di Kecamatan Lubuk Sikaping.

Pada Senin (5/2/2024), caleg yang akrab dengan panggilan Buya Unchu ini mendatangi sejumlah tempat. Antara lain, Jorong Mapun di Nagari Sundata dan Padang Sarai, keduanya masuk wilayah Kecamatan Lubuk Sikaping, ibukota Kabupaten Pasaman.

“Saya ingin menyerap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, terutama di dapil saya,” ujar Buya Unchu menjelaskan maksud kunjungannya. Selain itu, menurut Buya Unchu, ia juga ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat.

Di Jorong Mapun, caleg dengan nomor urut satu (1) dari daerah pemilihan (Dapil) 1 Lubuk Sikaping ini meninjau realisasi bantuan yang pernah ia berikan ke masyarakat setempat, yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pembangunan jalan.

“Alhamdulillah, dana bantuan itu sudah dimanfaatkan masyarakat sesuai yang diusulkan,” ungkap Buya Unchu. “Yang membanggakan, masyarakat mengaku bantuan itu memberi manfaat bagi banyak orang.”

Baca Juga  Hadiri Wirid Remaja SMA & SMK se-Bonjol, Wabup Pasaman Ingin Dadanya Mekkah, Otaknya Jerman

Di Jorong Mapun pula, Buya Unchu menyaksikan realitas yang menyedihkan, saat ia mendapati sebuah keluarga yang mendiami rumah yang jauh dari kategori layak dan jauh dari standar-standar yang ada.

Keluarga yang memiliki dua anak itu mendiami sebuah tempat yang tidak layak disebut dengan rumah. Berukuran fisik 4×4 meter, kendati ditutupi atap seng, tapi dinding rumah itu terbuat dari tadir bambu yang sudah keropos.

Tidak ditemukan satu pun perabotan mewah di rumah yang berlantaikan tanah itu. Di tempat yang sangat sempit dan terkesan pengap itulah sepasang suami-isteri bersama dua anaknya menjalani hari-hari.

Buya Unchu mengaku tidak habis pikir, di tengah kondisi perekonomian yang terus membaik, masih ada masyarakat yang lantaran ketidakmampuannya menghuni tempat yang jauh dari kategori layak. “Sebagai warga negara, saya ikut prihatin,” ujarnya.

Bukan cuma kondisi rumah yang kurang layak, di Jorong Mapun Buya Unchu juga menerima keluhan dari sejumlah warga tentang sulitnya kondisi perekonomian yang harus dijalani dan dihadapi belakangan ini.

Baca Juga  UMKM Harus Mampu Menjadi Ujung Tombak Perekonomian Daerah ke Depan

Sementara di Padang Sarai Buya Unchu menyerahkan sebanyak 20 pasang bantuan pakaian seragam untuk sebuah kelompok wanita tani (KWT) yang beranggotakan 20:orang perempuan warga setempat.

Buya Unchu mengklaim, pengurus dan para anggota KWT itu terkesan sangat antusias menerima bantuan itu. Sebab, sejak KWT didirikan pada tahun 2014 lalu, baru kali ini menerima bantuan pakaian seragam.

Harapan Buya Unchu, pemberian bantuan pakaian seragam itu makin memotivasi pengurus dan anggota KWT dalam menekuni budang usaha tani yang menjadi pilihan mereka untuk menambah pendapatan keluarga. (spa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *