Temui Bupati Pasaman, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bicarakan Perlindungan Sosial Pekerja Sawit

Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Pasaman M. Yasir Ginting menemui Bupati Pasaman Sabar AS membicarakan perlindungan sosial bagi pekerja sawit.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Pasaman M. Yasir Ginting menemui Bupati Pasaman Sabar AS membicarakan perlindungan sosial bagi pekerja sawit.

Lubuk Sikaping, fajarharapan.id – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), M. Yasir Ginting SH, menemui Bupati Pasaman Sabar AS di ruang kerjanya di Lubuk Sikaping, Rabu (17/1).

Usai pertemuan, Yasir kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya menemui Bupati Sabar untuk melaporkan kinerja selama tahun 2023, dan menyampaikan program-program di 2024.

“Termasuk program untuk rencana perlindungan sosial bagi para pekerja kelapa sawit di daerah ini,” kata Yasir, yang dalam pertemuan dengan Bupati Sabar itu didampingi oleh dua orang stafnya.

Dikatakan Yasir, Pasaman merupakan salah satu kabupaten di Sumbar yang kebagian dana bagi hasil (DBH) sawit dari pemerintah pusat. “Untuk 2023 sudah dipergunakan seluruhnya,” kata Yasir.

Yasir mengaku pihaknya membidik DBH sawit Pasaman 2024 untuk dikelola menjadi kegiatan perlindungan sosial yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Yang menjadi objek perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan adalah para pekerja sektor sawit di daerah ini,” ungkap Yasir.

Baca Juga  PJ Walikota Pariaman Apresiasi Kunjungan Asdep Minarni Lukman ; BPJS Ketenagakerjaan Nyatakan Akan Jadi Salahsatu Sponsor Persikopa ke Tingkat Nasional

Diterangkan Yasir, untuk tahun 2024 ini Pasaman menerima DBH sawit sebesar Rp650 juta. “Dana sebanyak itu bisa memberi perlindungan sosial bagi sekitar 3.000 pekerja sawit selama setahun,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Bupati Sabar itu, menurut Yasir, dibicarakan langkah untuk menyiapkan regulasi berupa peraturan bupati (perbup) untuk mengikutsertakan para pekerja sawit dalam program perlindungan sosial yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Penyiapan regulasi iti tentu saja dengan melibatkan sejumlah stake holder terkait,” imbuh Yasir.

Yasir menambahkan, regulasi yang akan disusun juga memuat materi agar pelaksanaan program keikutsertaan pekerja sawit dalam program BPJS Ketenagakerjaan disusun secara berkelanjutan.

Setelah itu, menurut Yasir, akan dilakukan verifikasi dan validasi data para pekerja sawit yang akan diikutsertakan dalam program tersebut.

Sebelumnya di Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol, Yasir melakukan penyerahan secara simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan sektor BPU/pekerja informal untuk sebanyak 437 orang

Baca Juga  Kapolres Ungkap 17 TPS Rawan, Bupati Pasaman Targetkan Pemilu Sukses

Menurut Yasir, premi dari kartu itu merupakan bantuan dari H. Amora Lubis S.Sos. anggota DPRD Sumbar yang berasal dari Dapil Pasaman dan Pasaman Barat (Pasbar).

“Jumlah pekerja penerima sebanyak 437 orang baru merupakan langkah awal,” kata Yasir. Mengutip Amora, menurut Yasir, bukan tidak mungkin jumlah penerima akan meningkat sampai 1.000 orang. (spa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *