Serahkan Santunan Kematian, Plt Bupati Pasaman Dorong Masyarakat Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Lubuk Sikaping, fajarharapan.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pasaman Sabar AS menyerahkan santunan kematian kepada dua ahli waris peserta program BPJS Ketenagakerjaan yang sudah meninggal dunia.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis dalam acara pembukaan MTQ tingkat Kecamatan Duo Nagari, Rabu (15/11/2023). Ikut menyaksikan antara lain Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pasaman, M. Yasir Ginting SH.

Total santunan yang diberikan kepada masing-masing ahli waris sebesar Rp117 juta lebih. Terdiri dari santunan kematian sebesar Rp42 juta, dan beasiswa untuk seorang anak sampai perguruan tinggi sebesar Rp75 juta.

Usai penyerahan santunan, Sabar melalui media ini meminta masyarakat untuk memanfaatkan peluang yang sedang terbuka melalui BPJS Ketenagakerjaan. “Mumpung ada peluang, mari dimanfaatkan,” katanya.

Dikatakan Sabar, tidak ada yang tahu umur manusia. Dengan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, menurutnya, berarti kita sudah menyiapkan sesuatu yang berharga bila mendadak meninggal dunia.

Baca Juga  Plt Bupati Pasaman Janji Memprioritaskan Pendidikan

Ia mencontohkan dua keluarga yang baru saja menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Selain menerima sejumlah uang untuk melanjutkan kehidupan dan modal usaha, juga menerima uang untuk kelanjutan pendidikan anaknya.

Plt Bupati Pasaman Sabar AS meminta semua elemen masyarakat untuk terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Dengan iyuran bulanan yang relatif kecil, menurutnya, sementara nilai yang akan diterima begitu besar.

Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pasaman M. Yasir Ginting menjelaskan bahwa santunan yang diserahkan merupakan hak setiap warga negara yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Walau belum berapa hari terdaftar sebagai peserta, tapi kalau sudah seharusnya menerima hak, tugas kita adalah menyerahkan kepada peserta yang berhak,” ungkap Yasir.

Makanya, Yasir mengimbau semua elemen masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Baik secara perorangan atau kelompok, menurut Yasir, banyak keuntungan dengan terdaftar sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga  Wabup Sabar AS Sebut Konsep Pembangunan Pariwisata Pasaman Sudah Disusun Sangat Matang

Pada bagian lain Yasir menjelaskan, tingkat kepesertaan masyarakat Pasaman dalam program BPJS Ketenagakerjaan masih kecil. Sampai kondisi terakhir, menurutnya, yang terdaftar baru 17,73 persen dari seluruh angkatan kerja yang ada.

“Perlu gerakan yang lebih intens dan lebih masif lagi aga sebanyak mungkin masyarakat Pasaman terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” katanya, sambil menambahkan perlunya dukungan dari stake holder terkait. (spa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *