Wabup Pasaman Sabar AS Minta Persoalan Stunting Dijadikan sebagai ‘Musuh Bersama’

Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati berhasil melenggang ke perempatfinal Hylo Open 2023.
Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati berhasil melenggang ke perempatfinal Hylo Open 2023

Lubuk Sikaping, fajarharapan.id – Wakil Bupati (Wabup) Pasaman Sabar AS meminta persoalan stunting (gagal tumbuh pada anak) dijadikan sebagai ‘musuh bersama’ semua elemen masyarakat yang ada di daerah ini.

“Dengan cara pandang dan sikap yang sama, diharapkan semua pihak memiiiki kepedulian yang sama pula,” kata Wabup Sabar dalam sambutannya pada acara pertemuan diseminasi lintas program lintas sektor untuk publikasi data stunting di Lubuk Sikaping, ibukota Kabupaten Pasaman, Kamis (2/11/2023).

Selain dihadiri sejumlah stake holder terkait di lingkup Pemkab Pasaman, juga tampak hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar dan Dakhlan Choeron SKM MKM dari Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Diakui Wabup Sabar, untuk kondisi terakhir angka stunting di Pasaman masih tergolong tinggi, yaitu mencapai 28,9 persen. Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan angka stunting hanya tersisa sebesar 14 persen saja.

Kendati demikian, menurut Wabup Sabar, kalau semua pihak sudah satu persepsi dalam memandang dan menangani persoalan stunting, ia yakin pada tahun 2024 mendatang target kasus stunting yang tersisa 14 persen sebagaimana instruksi Presiden Jokowi bisa dicapai.

Baca Juga  Wabup Sabar AS; Kerja Keras PMI Pasaman Membuahkan Hasil, Stok Darah Sudah Surplus

Kuncinya, menurut Sabar, semua pihak di Pasaman harus punya persepsi dan sikap yang sama dalam memandang persoalan stunting. Persepsi dan sikap yang sama itu, menurutnya, antara lain dengan menempatkan persoalan stunting sebagai ‘musuh bersama.’

Dengan cara seperti itu, menurut Sabar, pada gilirannya semua elemen ikut ambil bagian dalam penanganan stunting. OPD terkait satu misal, menurut Sabar, akan melakukan action yang diperlukan untuk menekan angka stunting.

“Termasuk pemerintahan kecamatan dan pemerintahan nagari akan ikut ambil bagian sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya. Apalagi pemerintahan nagari, kata Sabar, merupakan ujung tombak pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Tidak terkecuali, menurut Wabup Sabar, masyarakat juga akan ikut ambil bagian dalam penanganan stunting. “Kalau sudah demikian halnya, Pasaman yang bebas stunting akan bisa diwujudkan pada waktunya,” kata Wabup Sabar.

Baca Juga  Hadiri Khatam Al-Qur'an, Khairuddin Simanjuntak; "Saya Hanya Penerima Amanah"

Makanya, menurut mantan anggota DPRD Sumbar itu, penanganan kasus stunting juga memerlukan komitmen yang kuat, kebersamaan yang teruji, kepedulian yang tinggi, dan langkah kongkret yang terukur.

“Yang terpenting tentu langkah kongkret,” tambahnya. Semua action dan program yang telah dirumuskan untuk menekan stunting, kata Sabar, mesti segera ditindaklanjuti agar hasilnya juga bisa segera diperoleh. (spa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *