JARO akan Berkunjung ke Pasaman, Wabup Sabar AS; Malaysia Pasar Strategis yang Sangat Potensial

Lubuk Sikaping, fajarharapan.id – Wakil Bupati (Wabup) Pasaman Sabar AS menyambut baik dan penuh harapan kepulangan para dunsanak dari negara tetangga, Malaysia, ke Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

“Alhamdulillah, dunsanak kita dari Malaysia akan melihat kampung halamannya,” kata Wabup Sabar AS di rumah dinasnya di Lubuk Sikaping, Sabtu (5/8/2023). Warga Malaysia asak Rao (JARO) dijadwalkan pulang pada 20 sampai 26 Oktober mendatang.

Menurut Wabup Sabar, kedatangan warga Malaysia yang berasal dari Rao Pasaman ini merupakan potensi besar untuk pengembangan Pasaman di masa yang akan datang.

“Ini peluang untuk kemajuan Pasaman ke depan,” ungkap Sabar AS, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pasaman tersebut.

Dijelaskan Sabar, secara finansial dan waktu Malaysia pasar strategis untuk pengembangan seluruh potensi Pasaman. Sebut saja, pertanian, perikanan, pariwista, dan lainnya.

“Tidak tertutup kemungkinan dengan potensi wisata sejarah (napak tilas nenek moyang) dengan makanan khas kampung halaman ditambah sentuhan terkini di beberapa destinasi wisata termasuk juga homestaynya,” ujarnya.

Dikatakan juga, Malasyia merupakan pasar yang bagus untuk ditargetkan dalam pengembangan Pasaman ke depan.

“Untuk ke Malasyia hanya butuh waktu satu jam pesawat dengan harga mulai Rp500 ribu dari Bandara Minangkabau Internasional. Murah dan cepat. Sangat memungkinkan rasa asli kampung halaman mereka yang didapatkan dalam kunjungan ke Pasaman akan menjadi agenda rutin yang bisa kita manfaatkan untuk masa yang akan datang,” sebut Sabar.

Baca Juga  Buka Musrenbang Panti, Bupati Pasaman Sabar AS: Membangun Perlu Dukungan dari Semua Pihak

Kunjungan JARO akan dilaksanakan pada tanggal 20-26 Oktober dengan rencana agenda hari pertama terus ke Rao, menginap selama 3 malam di Rao.

“Kita melalui OPD terkait akan melalukan komuniasi intens dengan JARO sehungan dengan kunjungannya ke Rao. Baik makanan, menginapan, pertunjukan seni, destinasi wisata bahkan seminar sehari dengan tema peluang kerjasama antara Pasaman dan Malsia dalam pengembangan potensi alam Rao untuk kemajuan Pasaman,” ungkap Sabar AS.

Dari berbagai sumber yang didapatkan wartawan, JARO adalah sebuah NGO yang berdaftar dengan nama Persatuan Jalinan Rao Malaysia, yang disingkat menjadi (JARO).

Organisasi JARO ini dianggotai para keturunan Rao yang lahir dan dibesarkan di Malaysia. Mereka berasal dari berbagai-bagai lapisan sosial masyarakat. Mulai dari mantan Menteri, Mantan Ketua Setiausaha Negara (KSN), wakil rakyat (DPR) dosen dan sebagainya.

Maka untuk mendirikan organisasi yang resmi dan diakui oleh pemerintah sebagai organisasi yang sah dan legal, perlu didukung oleh orang yang kuat dan berpengaruh juga di Malaysia.

Baca Juga  Wabup Sabar AS Sebut 5-10 Tahun Mendatang Pasaman Harus Beda, Lain dari yang Lain

Rao yang dimaksud adalah daerah yang meliputi berbagai-bagai daerah yang luas seperti Panti, Padang Gelugor, selayang, Lansek Kodok, Lubuk Layang, Beringin, Sungai Ronyah, Muara Sipongi dan sebagainya yang terletak di pulau Sumatera.

Di sebelah Utara, Rao berbatasan dengan Sumatera Utara, di sebelah Timur berbatasan dengan Riau Daratan, di Selatan, bersempadan Minangkabau manakala di sebelah Barat, terbuka dengan Selat Mentawai yang secara geografi membentuk permukaan bumi di daratan pulau Sumatera.

Orang Rao yang datang ke Tanah Malayu terdiri dari golongan petani dan pemburu emas. Tanah Melayu ketika itu terkenal dengan Semenanjung Emas. (rls/spa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *