Padang  

Idul Adha 1445 H, Jokowi Bagikan 68 Sapi Kurban

Sapi Kurban
Sapi Kurban

 Padang Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sumbangan hewan kurban berupa sapi untuk setiap provinsi di Indonesia, termasuk Sumatera Barat (Sumbar) dan Ibu Kota Nusantara (IKN), dalam rangka perayaan Idul Adha 1445 Hijriah yang jatuh pada Senin (17/6/2024).

Menurut keterangan dari Sekretariat Presiden RI, Presiden akan mendistribusikan total 68 ekor sapi kurban tersebut ke pemerintah di 38 provinsi, satu ekor untuk OIKN, satu ekor untuk masjid tempat Presiden melaksanakan salat Idul Adha, dan satu ekor untuk Masjid Istiqlal.

Selain itu, Presiden juga akan memberikan 27 ekor sapi kepada tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Kalimantan Timur serta masjid dan pondok pesantren di sekitar wilayah IKN.

Jokowi juga menyalurkan sapi kurban di Sumbar. Diketahui bahwa tahun ini, peternak yang mendapatkan berkah dari Presiden adalah Endi.

Baca Juga  Presiden Jokowi Terima Pengunduran Diri Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN

Sapi jenis simmental milik warga Pakan Salasa Mungka, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota tersebut memiliki bobot mencapai 1 ton dan dibeli oleh Jokowi seharga Rp85 juta.

Informasi tersebut diperoleh dari data inventaris ternak calon Banmas Presiden nomor 524.3/533/DPKH/2024 tanggal 29 Mei 2024.

“Jumlahnya adalah semua provinsi mendapatkan satu ekor, termasuk OIKN satu ekor, dan beberapa arahan khusus dari Bapak Presiden,” kata Kepala Sekretariat Presiden (Setpres), Heru Budi Hartono di Istana Kepresidenan, Jumat (14/6/2024).

Menurut Heru, berat sapi-sapi kurban Presiden Jokowi bervariasi, antara 800 kilogram hingga 1 ton per ekor.

Ia juga menyebutkan bahwa Sekretariat Presiden bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan di masing-masing daerah untuk memastikan bahwa sapi-sapi kurban tersebut telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Baca Juga  DLH Kota Padang Hadapi Tuntutan Sopir Truk, Dilaporkan ke Ombudsman

“Kami pastikan semua sapi selama proses pemilihan tersebut melalui rangkaian tes kesehatan sehingga terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan,” tuturnya.(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *