Padang  

Peningkatan Intensitas Hujan di Sumbar, BMKG Imbau Warga Waspada Terhadap Ancaman Bencana

Intensitas Hujan
Intensitas Hujan

Padang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman melaporkan bahwa fenomena Angin Monsun Asia turut memengaruhi atau menyebabkan peningkatan intensitas curah hujan di Provinsi Sumatera Barat.

Yudha menyebutkan bahwa sejumlah daerah, seperti Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, dan Pasaman, mengalami peningkatan intensitas hujan. Secara umum, intensitas hujan yang tinggi terjadi pada siang hingga sore hari.

Selain itu, BMKG mencatat adanya pola pertemuan arus angin di sekitar Samudera Hindia atau wilayah Pesisir Barat Sumatera Barat. Pola ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dengan intensitas tinggi, terutama pada pagi menjelang siang.

Yudha menyampaikan bahwa untuk tiga hari ke depan, diperkirakan masih akan terjadi peluang hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hingga empat jam. “BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat adanya ancaman bencana hidrometeorologi,” tambahnya.

Baca Juga  Persiapan PON 2024 dan Porprov 2025 Dibahas dalam Rakerprov KONI Sumbar

Ancaman bencana hidrometeorologi melibatkan potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah daerah di Ranah Minang yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir, dan angin kencang, hingga Rabu sore pukul 15.00 WIB.

Daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Bukittinggi, dan Kota Pariaman.

Baca Juga  Pisah Sambut Danlanud Sutan Sjahrir, Gubernur Mahyeldi Berharap Sinergitas Forkopimda Sumbar Terus Meningkat

Diperoleh dari berbagai sumber, Angin Monsun Asia adalah pergerakan angin yang terjadi ketika matahari berpindah ke bagian selatan pada periode Oktober hingga April 2024. Kedua fenomena alam ini perlu diwaspadai karena berpotensi membawa bencana seperti angin kencang dan puting beliung. (des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *