Padang  

Bocah 13 Tahun di Padang Curi Uang di Rumah Makan Karena Kecanduan Game Online

Game Online
Curi Uang di Rumah Makan Karena Kecanduan Game Online

Padang – Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terekam oleh kamera pengawas (CCTV) saat melakukan aksi pencurian di sebuah rumah makan. Pelaku, yang diidentifikasi sebagai bocah berinisial R, ternyata mencuri karena terjerumus dalam kecanduan game online. Kejadian tersebut terjadi di daerah Khatib Sulaiman, Kota Padang, di mana rumah makan dalam keadaan tutup saat insiden berlangsung.

Dalam rekaman CCTV, terlihat bocah tersebut menggunakan masker hitam saat memasuki rumah makan. Tanpa ragu, dia merampas uang yang terdapat di laci meja kasir, dengan total mencapai Rp15 juta. Setelah melancarkan aksinya, pelaku segera melarikan diri dari tempat kejadian. Tim Aligator dari Polsek Padang Utara segera bertindak cepat untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

Pelaku R sebelumnya sudah memiliki catatan hukum karena terlibat dalam aksi tawuran. Meskipun berusaha melarikan diri ke Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, tim polisi berhasil mengamankan pelaku. Saat ditangkap, pelaku membawa sejumlah uang hasil curian, serta barang bukti berupa pakaian yang dikenakannya saat melakukan kejahatan tersebut.

Baca Juga  Ances Kurniawan, 20 Bus Baru untuk Trans Padang Koridor 2-3 Segera Diresmikan

Dalam pemeriksaan oleh pihak kepolisian, pelaku mengakui bahwa aksi pencurian tersebut dilakukan demi memenuhi kecanduannya bermain game online. Bersama dengan barang bukti, seperti uang hasil curian dan pakaian yang digunakan saat beraksi, pelaku dibawa ke Mapolsek Padang Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Kembali Gelar Car Free Day Mulai 21 Januari 2024, Peluncuran Iven Dimeriahkan Agenda Balanjuang Bersama Gubernur

Kasi Humas Polresta Padang, Ipda Yanti Delfina, menjelaskan bahwa kasus ini akan diproses sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Pelaku akan menjalani proses hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Pelaku ini sempat melarikan diri ke Tanah Datar. Jadi anak ini kami tangani sesuai dengan sistem peradilan anak,” ucap Yanti pada Jumat (24/11/2023).(des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *